Tuesday, January 31, 2012

Elang Tikus (Elanus caeruleus)


Tubuh berukuran kecil (30 cm). Memiliki bercak hitam pada bahu, bulu primer hitam panjang khas. Dewasa: warna mahkota, punggung, sayap pelindung, dan bagian pangkal ekor abu-abu; muka, leher, dan bagian bawah putih. Remaja: bercorak warna coklat. Pada saat mencari mangsa, suka melayang-layang diam sambil mengepak-ngepakkan sayap. iris merah, paruh hitam dengan sera kuning, serta kaki kuning.Iris merah, paruh hitam dengan sera kuning, kaki kuning
Penyebarab Global:
Afrika, Erasia selatan, India, Filipina, Indonesia, sampai Papua Nugini.

Penyebaran Lokal:
Di Sumatra, Jawa, dan Bali kadang sebagai penetap di dataran rendah terbuka dan habitat perbukitan sampai ketinggian 2000 m. Tercatat sebagai pengembara secara lokal di Kalimantan. Secara lokal tersebar di timur Papua sampai dataran rendah Trans-Fly.

Status :
Dilindungi UU no. 5/1990 & PP no.7/1999
CITES Appendix II



Kebiasaannya adalah bertengger pada pohon mati atau tiang telepon. Melayang-layang di atas mangsanya seperti diuraikan di atas. Suka berburu di daerah yang kering terbuka dengan pohon yang terpencar-pencar. Sarang tersusun dari ranting bercampur daun, diletakkan pada pohon di dalam hutan. Telur 2-3 butir berwarna putih kotor dengan bintik coklat kemerah-merahan. Di Jawa Barat, terutama berbiak di bulan Juni dan terus berlangsung sampai Desember.

(Alap-Alap Erasia Falco tinnunculus)