Showing posts with label Murai. Show all posts
Showing posts with label Murai. Show all posts

Tuesday, June 26, 2012

Indukan Murai Batu memakan telur sendiri

KEBANYAKAN penangkar pernah mengalami hal ini, indukan murai batu memakan telurnya sendiri, bisa indukan yang jantan ataupun indukan betina, banyak penyebab yang bisa menjadi penentu dari kejadian tersebut diantaranya yang pernah saya selidiki:

1. Indukan masih terlalu muda umur belum begitu matang untuk berproduksi
Resiko mengawinkan indukan yang masih terlalu muda, biasanya indukan tersebut cendrung tidak stabil dan belum matang untuk mengurus anak.

2.Indukan memasuki masa birahi terlalu cepat setelah proses bertelur terjadi
Biasanya ini sering terjadi pada indukan jantan, indukan jantan yang terlalu birahi cendrung mengacak ngacak sarang dan mematuk telur, solusinya pisahkan pejantan tsb dan kurangi EF dan faktor lain yang memicu birahi seperti di jauhkan dari betinanya, kurangi penjemuran dsb sehingga saat di jodohkan nantinya birahi bisa di kontrol. Jika indukan betina yang terlalu cepat birahi biasanya enggan untuk mengerami telur dan cendrung mematuk telur juga.

3. Adanya predator pengganggu.
Banyak sekali hewan pengganggu yang sering berkunjung ke sarang MB diantaranya Semut Merah, Cicak, Kadal/ Bengkarung, tikus dan terkadang kecoa bahkan kodokpun sering masuk ke kandang MB walaupun tidak sampai ke tempat telur namun hewan hewan ini bisa mengganggu ketenangan sang induk

4. Tempat bertelur kurang nyaman
Sebisa mungkin buat 3 buah sarang yang berbeda tempat dan bentuk untuk mb bertelur, dan biarkan indukan yang memilihnya.

5. Sarang terlalu Panas.
Hindari tempat sarang yang terlampau tinggi dan berhadapan langsung dengan matahari siang jika sudah terlanjur seperti itu keadaannya usahakan tutup bagian atas sarang yang langsung terkena matahari siang.

6. Sarang terkena kutu/hama lain
Biasakan jangan terlalu lama dan terlalu banyak menyimpan material di sarang MB akibatnya material tsb lembab, basah dan berjamur akibatnya mendatangkan kutu kutu kecil dan hama lain yang tentu saja menganggu ketenangan indukan saat mengerami telur, biarkan indukan MB sendiri yang membuat sarang kita hanya menaburnya saja di tempat yang bersih..

7. Indukan kurang kalsium dan gizi lainnya
Kekurangan kalsium pada indukan juga bisa menyebabkan indukan memakan telurnya sendiri, solusinya cukupi kebutuhan gizi indukan dengan memberikan EF yang beragam dan vitamin untuk MB/Breeding hal ini biasanya terjadi pada indukan yang terlalu lama di pelihara dalam kandang soliter dan kurang gizi.

8. Terlalu sering di ganggu
Ada beberapa indukan yang tidak berpengaruh apapun jika kita sering melihat lihat sarangnya, namun kebanyakan indukan butuh privasi dalam proses perkembangbiakan terutama saat mengerami telur, usahakan minimalkan kebiasaan menengok sarang, sebisa mungkin mengganti pakan 4 hari sekali/ seminggu dua kali. kalaupun ingin memantau perkembangannya boleh menggunakan kamera cctv yang dipasang di kandang penangkaran.

9. Terganggu indukan yang lain
Walaupun jarang dialami penangkar, namun ada beberapa indukan betina akan sangat terganggu dan memakan telurnya sendiri jika mendengar pejantan lain yang gacor/ indukan lainnya di sekitar sarang, untuk indukan seperti ini solusinya kandang penangkaran tidak bisa berdekatan dengan kandang MB yang lainnya/ disendirikan.

10. Indukan betina terpisah dengan pejantannya.
Meski poligami bisa di lakukan dalam menangkar MB, namun ada beberapa indukan betina yang tidak bisa di pisahkan dengan pejantannya, solusinya biarkan pasangan indukan ini membesarkan anaknya bersama sama.

11. Pakan yang sedikit/ kurang mencukupi
Saat indukan memasuki masa produksi usahakan kebutuhan pakan terutama EF tetap terpenuhi terutama saat memasuki masa penetasan telur, kekurangan Pakan sangat mungkin membuat indukan membunuh anaknya sendiri/ mematuk telur yang sedang dierami.

12. Indukan memasuki masa mabung
Sangat mungkin terjadi, jika indukan mendekati masa mabung namun tetap kita breeding indukan akan memakan telurnya dikarenakan secara insting indukan tidak bisa beraktifitas lebih untuk membesarkan dan memberi makan anaknya. sebaiknya indukan yang mendekati mabung jangan di breeding.

Demikian selusin masalah tentang indukan memakan telur/membunuh anaknya sendiri berdasarkan pengamatan saya.***


SALAM
(Andri Asmari)

Tak hanya Murai Batu yang ekor panjang

BERIKUT gambar ragam burung ekor panjang yang memikat hati.***

Monday, June 25, 2012

Murai batu medan

MURAI Batu Medan, mendengar namanya saja sudah tertanam dalam benak kita seekor murai batu yang mewah, berekor panjang melengkung, gagah, suara yang bervariasi dan bermental baja, apakah benar demikian?...........tentu jawabannya bervariatif.
Secara gampang murai batu dilihat dari ekornya yang panjang sudah dikategorikan murai batu medan, padahal Malaysia, Thailand banyak sekali mengoleksi murai berekor panjang, bahkan di tempat kita sendiri, Aceh, Lahat, Padang banyak ditemukan murai batu berekor panjang, namun begitu kita konsumsi namanya berubah menjadi murai batu medan atau bahkan murai batu medan super...LUAR BIASA...!!!

Di daerah tertentu atau di kalangan masyarakat tertentu lebih mengutamakan panjangnya ekor dari burung murai batu, namun seiring berjalannya waktu dan semakin maraknya lomba lomba di daerah baik tingkat latber, latpres, regional, nasional dan berbagai event event lomba berkicau lainnya yang semakin menjamur di kalangan penghobi, panjang ekor bukan menjadi prioritas utama lagi, banyak bermunculan juara juara baru di setiap event yang diraih oleh Murai Batu berekor pendek/sedang.
Untuk kepentingan lomba, ekor bukan lagi menjadi prioritas utama, namun yang lebih di unggulkan adalah dari segi MATERI SUARA/ ISIAN, VOLUME, GAYA dan DURASI GACOR dari murai batu itu sendiri, namun memang lebih indah dan lebih bagus lagi jika seekor murai batu memiliki materi isian yang bagus, volume keras dan bersih serta gaya yang sedap dipandang dan memiliki ekor yang panjang tetapi hal ini tentu saja 1:30 bisa kita jumpai

Kembaali lagi kepada istilah Murai Batu Medan, dijamannya betul murai batu medan mendominasi namun semakin berubah dan bergesernya habitat burung murai batu menjadi habitat manusia yang semakin banyak tentu saja menggeser keberadaan murai batu medan itu sendiri.

Oleh sebab itulah mengkategorikan murai batu berdasarkan daerah asal sangatlah sulit kita prediksi, apalagi jika burung tersebut kita dapatkan dari pasar burung.
Sebaiknya dalam pemilihan murai batu, jangan terlalu teriming iming dengan istilah sebutan yang kita sendiri tidak tau pasti kejelasannya, langkah terbaik ada pada diri kita sendiri, jika seekor murai batu yang kita pilih, tampilan bentuk tubuh, gaya, suaranya cocok dan sesuai dengan kriteria yang kita inginkan maka layak kita beli dan kita pelihara sebagai hewan kesayangan.***

SALAM
(Andri Asmari)

Memaster Murai Batu dengan Suara Burung Lain

KICAUAN identik dengan kepiawaian burung dalam membawakan ragam variasi suara yang menarik dan merdu untuk didengarkan. Hal ini tentu saja campur tangan sang pengurus/pemilik memegang peranan terpenting, berbeda dengan burung liar yang belajar dari berbagai suara yang didengarnya di alam, namun untuk burung yang dipelihara dirumah semua itu didapat dari suara yang di dengar disekitarnya, disinilah istilah MEMASTER BURUNG menjadi trend di kalangan penghoby.

Memaster burung ada dua cara, menggunakan burung asli (pelatih/burung masteran) seperti Love Bird, Cucak Jenggot, Kenari, Cililin, Jalak, Ciblek dan berbagai ocehan lainnya yang semakin hari makin berubah trendnya. langkah kedua menggunakan perangkat elektronik yang dikemas sedemikian rupa sehingga dapat mengeluarkan suara suara sesuai keinginan user, seperti CD Player, Handphone, Ipod, dan berbagai perangkat elektronik lainnya.

Kedua cara tersebut baik untuk di gunakan yang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing.

MENGGUNAKAN BURUNG ASLI:
Kelebihannya suara yang dihasilkan lebih alami, namun kekurangannya dari segi pengurusan jadi bertambah baik biaya pakan, waktu dan tempat, dan burung pelatihpun mutlak harus gacor.

MENGGUNAKAN PERANGKAT ELEKTRONIK:
Suara yang dihasilkan tidak sejernih suara burung aslinya, namun hal ini bisa kita atur lagi dengan memodifikasi perangkat tersebut sedemikian rupa hingga menyerupai suara aslinya. hemat tempat dan biaya pakan, dapat diatur dan dinyalakan kapan saja.

Dari kedua jenis media diatas semuanya bisa kita pergunakan untuk melatih dan menambah perbendaharaan suara murai batu yang kita pelihara.***

SALAM
(Andri Asmari)

Sunday, June 24, 2012

Murai Batu Mabung perlu perhatian lebih

MABUNG atau molting atau proses rontoknya bulu bulu lama yang akan di gantikan dengan bulu baru adalah siklus alami dari seekor burung, umumnya terjadi setahun sekali, namun berbeda jenis burung berbeda pula siklus dan tata cara pergantian bulunya.

Saya mencoba memfokuskan pada proses pergantian bulu pada Murai Batu saja, kebanyakan Murai batu yang kita pelihara di rumah, proses mabungnya masih mengikuti pola mabung murai batu di hutan dimana saat makanan berlimpah dihutan, murai batu secara naluri siap untuk melakukan pergantian bulu dan di lanjutkan dengan proses perkembang biakan.

Untuk murai batu yang kita pelihara dari kecil/piyik/hasil dari breeding siklus mabungnya terkadang menyimpang dari pola mabung murai hutan, bisa lebih cepat atau bahkan lebih lama tergantung penempatan/intensitas cahaya serta pengaturan pola makanan. Namun secara umum pergantian bulu terjadi satu kali dalam setahun.

Bagi para penghoby saat burung mabung adalah saat yang membosankan namun juga saat yang ditunggu tunggu, dengan datangnya mabung merupakan saat yang baik untuk mensetting ulang seekor murai batu dimana baik dan buruknya tergantung perawatan saat mabung.

RAWATAN MURAI BATU SAAT MABUNG:
  1. Kondisikan murai batu dalam suasana yang tenang, sementara jauhkan dulu dari suara suara bising terutama knalpot kendaraan bermotor dan suara mesin yang keras.
  2. Krodong bisa di gunakan jika kita tidak memiliki tempat khusus, namun jika kita memiliki ruangan khusus dalam rumah yang sepi dari gangguan maka krodong boleh di gunakan setengah dan full saat malam saja.
  3. Jaga kebersihan kurung, pakan dan minum serta kebersihan EF yang digunakan.
  4. Hindari angin kencang, cuaca dingin, panas berlebih serta udara yang pengap dengan mengatur penggantangan dan penempatan burung.
  5. Cukupi kebutuhan nutrisi dengan memperbanyak EF (jangkrik, belalang, Kroto dsb) pemberian konstan namun tidak berlebihan
  6. Mandi dan jemur tetap dilakukan (mandi seminggu 1 sampai 2 kali saja) jangan dipaksakan biar burung mandi sendiri, penjemuran tiap hari tetap di lakukan namun intensitasnya dikurangi cukup jemur saat matahari pagi saja sekitar pkl. 6.30 - 7.30 dengan lama penjemuran 5 menit
  7. Mandi beruguna untuk membersihkan kotoran yang ada pada bulu terutama sisa sisa zat lilin yang masih melekat sedangkan penjemuran untuk mencukupi kebutuhan akan vitamin D dan uga menghindari parasit yang biasanya menempel pada bulu burung.
  8. Gunakan satu tangkringan saja agar burung tidak terlalu aktif bergerak
  9. Bersihkan kurung dan ganti pakan dan minum setiap hari saat pagi hari sebelum penjemuran
  10. Saat mabung adalah saat yang baik untuk memaster murai batu dengan suara burung lain dengan tetap mengatur penempatannya agar tidak saling lihat dulu.
  11. Proses multing dari mulai rontok bulu pertama sampai tuntas pergantian bulu baru biasanya sekitar 3 bulan dengan tambahan waktu 1 sampai 2 bulan untuk proses pengeringan bulu baru.

YANG PERLU DIHINDARI SAAT PROSES MABUNG BERLANGSUNG:
  1. Jangan pernah iseng menangkap murai batu saat proses mabung belum tuntas
  2. Hindari menggantung di bawah asbes/seng yang bisa menghantarkan panas berlebih
  3. Jauhkan dari hembusan angin terutama angin malam
  4. Mengurangi EF sangat tidak di anjurkan dan mengkonsumsi vitamin berlebih juga kurang baik
  5. Menumpuk kotoran dan selalu di krodong juga kurang baik, sesekali krodong di buka 1/4 bagian agar sirkulasi udara tetap terjaga namun murai batu tetap tenang
  6. Jangan pernah iseng untuk memancing murai batu yang masih proses mabung untuk fight dengan murai batu lain
  7. Jangan pernah memandikan burung dengan cara di semprot jika kita tidak pandai menggunakan dan mengatur cara penyemprotan yang benar. Kalaupun harus di semprot gunakan semprotan dengan cara di embunkan saja.

Demikian sedikit proses penanganan untuk murai batu saat dalam proses pergantian bulu (mabung/moulting) yang paling utama untuk dijaga adalah usahakan murai batu saat mabung dalam kondisi tenang, nyaman, kecukupan nutrisi dan proses pembelajaran dengan cara perbanyak materi masteran yang pas dengan karakter suara murai batu itu sendiri.***

SALAM
(Andri Asmari)

Friday, June 22, 2012

Suara Kenari penentu type Nembak dan Ngerol untuk Murai Batu

BURUNG Kenari selain sebagai burung peliharaan yang juga ada kelasnya dalam lomba burung berkicau, ternyata bagus sekali untuk menambah ragam kicauan Murai Batu.

Suara Burung kenari sangat indah jika dibawakan oleh murai batu terutama suara tembakan tembakan burung kenari, Murai batu yang cendrung membawakan suara kenari biasanya memiliki typikal Nembak dan Ngerol, itulah alasan saya mereferensikan suara kenari sebagai masteran murai batu selain suara suara kasar dan tajam lainnya.

Jika Murai Batu bisa membawakan suara kenari dengan pas, sudah tentu murai batu tersebut memiliki karakter ngerol dan nembak… dengan begitu memudahkan kita untuk mengetahui karakter suara dari murai batu yang kita pelihara.***



SALAM
(Andri Asmari)