Showing posts with label Memaster. Show all posts
Showing posts with label Memaster. Show all posts

Monday, June 25, 2012

Memaster Murai Batu dengan Suara Burung Lain

KICAUAN identik dengan kepiawaian burung dalam membawakan ragam variasi suara yang menarik dan merdu untuk didengarkan. Hal ini tentu saja campur tangan sang pengurus/pemilik memegang peranan terpenting, berbeda dengan burung liar yang belajar dari berbagai suara yang didengarnya di alam, namun untuk burung yang dipelihara dirumah semua itu didapat dari suara yang di dengar disekitarnya, disinilah istilah MEMASTER BURUNG menjadi trend di kalangan penghoby.

Memaster burung ada dua cara, menggunakan burung asli (pelatih/burung masteran) seperti Love Bird, Cucak Jenggot, Kenari, Cililin, Jalak, Ciblek dan berbagai ocehan lainnya yang semakin hari makin berubah trendnya. langkah kedua menggunakan perangkat elektronik yang dikemas sedemikian rupa sehingga dapat mengeluarkan suara suara sesuai keinginan user, seperti CD Player, Handphone, Ipod, dan berbagai perangkat elektronik lainnya.

Kedua cara tersebut baik untuk di gunakan yang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing.

MENGGUNAKAN BURUNG ASLI:
Kelebihannya suara yang dihasilkan lebih alami, namun kekurangannya dari segi pengurusan jadi bertambah baik biaya pakan, waktu dan tempat, dan burung pelatihpun mutlak harus gacor.

MENGGUNAKAN PERANGKAT ELEKTRONIK:
Suara yang dihasilkan tidak sejernih suara burung aslinya, namun hal ini bisa kita atur lagi dengan memodifikasi perangkat tersebut sedemikian rupa hingga menyerupai suara aslinya. hemat tempat dan biaya pakan, dapat diatur dan dinyalakan kapan saja.

Dari kedua jenis media diatas semuanya bisa kita pergunakan untuk melatih dan menambah perbendaharaan suara murai batu yang kita pelihara.***

SALAM
(Andri Asmari)

Waktu yang Tepat Memaster Burung

MEMASTER tentulah memiliki aturan yang tepat agar burung yang kita master bisa mendengarkan dan belajar membawakan lagu barunya dengan tepat.
Saat burung memasuki masa mabung adalah waktu yang tepat untuk mulai memaster, namun tidak menutup kemungkinan setiap haripun kita bisa memaster murai batu semuanya kembali lagi pada kepintaran dari murai batu itu sendiri dalam menyerap materi masteran yang kita berikan.

Memaster menggunakan burung burung hidup (burung pelatih) sebaiknya:
  • Untuk burung master yang memiliki typikal suara kencang seperti cililin, usahakan penempatannya tidak terlalu dekat dengan burung yang dimaster agar burung yang dimaster tidak kaget dengan suaranya yang keras
  • Usahakan Fokus pada satu masteran saja, jangan terlalu banyak agar burung yang dimaster bisa mempelajari lagu dengan baik, selanjutnya boleh di ganti dengan masteran yang lain
  • Burung yang dimaster sebaiknya dikerodong agar suasana lebih tenang
  • Metode pemasteran dengan menggunakan burung hidup boleh setiap hari karena kita tidak bisa memastikan kapan burung pelatih tersebut berbunyi berbeda dengan perangkat elektronik yang bisa kapan saja bunyi.
  • Sebisa mungkin kita identifikasi typikal burung yang akan kita master apakah cocok dan sealur suaranya dengan burung pelatih, agar proses pemasteran tidak sia sia
Memaster menggunakan perangkat elektronik
  • Usahakan materi isian tidak lebih dari 3 jenis suara untuk satu kali periode pemasteran
  • Setiap satu jenis suara diberi jeda interval waktu berhenti minimal 60 detik kemudian lanjut lagi dan berhenti lagi begitu seterusnya
  • Tempatkan burung yang dimaster senyaman mungkin. boleh menggunakan krodong
  • Waktu yang baik untuk memaster sekitar pukul 19.00 s/d 21.00 malam dan 4.00 s/d 6.30 pagi
  • Pemasteran dilakukan setiap hari, sabtu dan minggu tidak dimaster untuk melihat apakah materi yang kita berikan sudah diserap atau belum, biasanya saat ngeriwik isian tersebut bisa di dengar
  • sesuaikan materi isian pemasteran dengan typikal burung yang di master

Jika burung yang kita master sudah bisa membawakan materi isian yang kita berikan kita bisa mencobanya dengan di trek bersama burung lain, biasanya suara suara isian tersebut akan dibawakan pada saat burung fight dengan burung sejenis.***

SALAM
(Andri Asmari)