Wednesday, August 31, 2011

Cendet

Burung Cendet atau Pentet, salah satu burung cerdas yang pernah mengalami masa jaya di kalangan Kicau Mania Indonesia. Harganya sempat melambung tinggi mengimbangi burung kicauan lain seperti Punglor, Murai, Kacer dan Cucak Hijau.
Sayangnya akhir-akhir ini penggemar burung Cendet agak berkurang. Mungkin karena burung ini termasuk burung yang perawatannya agak rumit atau ketersediaan burung ini di pasar yang mulai berkurang, tidak diketahui secara pasti.
Terlepas dari itu semua burung Cendet adalah burung yang sangat menarik dan lucu. Kemampuannya yang dapat menirukan hampir semua suara yang ada tetap menempatkan burung ini sebagai burung yang istimewa.

Tapi sebagai penggemar burung kicauan apakah kita tahu apa-apa saja burung Cendet selain yang ada di Indonesia Lanius schach, apa saja kerabat burung Cendet yang ada di luar sana.

Mari kita lihat beberapa kerabat burung Cendet berdasarkan genus nya.
Cendet dan kerabatnya dikelompokkan kedalam family Laniidae yang memiliki 3 genus, yaitu :

1. Lanius
2. Corvinella
3. Eurocephalus

Berikut penjelasan tentang speciesnya.

Genus Lanius,
Genus Lanius memiliki 27 species yang tersebar di seluruh dunia, dan kebanyakan menyukai daerah beriklim tropis dan berudara hangat.

1. Lanius tigrinus (Tiger Shrike)



Lanius schach
2. Lanius bucephalus (Bull-headed Shrike)
3. Lanius collurio (Red-backed Shrike)
4. Lanius isabellinus (Isabelline Shrike)
5. Lanius cristatus (Brown Shrike)
6. Lanius collurioides (Burmese Shrike)
7. Lanius gubernator (Emin's Shrike)
8. Lanius souzae (Souza's Shrike)
9. Lanius vittatus (Bay-backed Shrike)
10. Lanius schach (Long-tailed Shrike)
11. Lanius tephronotus (Grey-backed Shrike)
12. Lanius validirostris (Mountain Shrike)



Lanius isabellinus
13. Lanius ludovicianus (Loggerhead Shrike)
14. Lanius excubitor (Great Grey Shrike)
15. Lanius meridionalis (Southern Grey Shrike)
16. Lanius minor (Lesser Grey Shrike)
17. Lanius sphenocercus (Chinese Grey Shrike)
18. Lanius excubitorius (Grey-backed Fiscal)
19. Lanius cabanisi (Long-tailed Fiscal)
20. Lanius dorsalis (Taita Fiscal)



Lanius cristatus
21. Lanius somalicus (Somali Fiscal)
22. Lanius mackinnoni (Mackinnon's Shrike)
23. Lanius collaris (Common Fiscal)
24. Lanius newtoni (Newton's Fiscal)
25. Lanius nubicus (Masked Shrike)
26. Lanius senator (Woodchat Shrike)
27. Lanius marwitzi (Uhehe Fiscal)

Genus Corvinella
Cendet dari genus Corvinella ini semuanya hidup di Afrika yang memiliki suhu hangat dan panas. Corak dan warna tubuh berbeda dengan Cendet dari genus Lanius. Cendet dari genus Corvinella ini mempunyai karakter lebih galak, dan selain memangsa berbagai jenis serangga, juga memangsa tikus dan ular-ular kecil.
Genus Corvinella ini mempunyai 2 species, yaitu :
1. Corvinella corvina (Yellow-billed Shrike)
2. Corvinella melanoleuca (Magpie Shrike)




Corvinella corvina
mirip elang ya..



\\\
Corvinella melanoleuca
Corak tubuh mirip dengan Kacer,
Bentuk dan corak tubuh kerabat Cendet dari genus Corvinella ini agak berbeda dengan Cendet di Indonesia pada umumnya. Postur tubuh yang lebih ramping dan kekar menunjukkan bahwa genus ini sebagai predator handal di wilayahnya.

Genus Eurocephalus
Kerabat Cendet dari genus Eurocephalus semua hidup di daerah Afrika. Bentuk tubuh dan corak di kepala masih mirip kerabatnya dari genus Lanius.




Eurocephalus ruppelli
Kerabat Cendet dari Genus Eurocephalus terdiri dari 2 species :
1. Eurocephalus ruppelli (Northern White-crowned Shrike)
2. Eurocephalus anguitimens (Southern White-crowned Shrike)


sumber :
- Singing Bird Collection
- Wikipedia
- the Internet Bird Collection





Thursday, August 11, 2011

Sirpu

Si kecil mungil bersuara indah ini mulai terlupakan dalam dunia kicauan burung. Di kalangan penggemar burung kicauan sepertinya saat ini tidak begitu bergairah lagi untuk memelihara maupun mencetak burung mungil ini menjadi suatu burung yang layak untuk dipertandingkan. Padahal dari segi kecerdasan burung ini tidak kalah kemampuannya untuk bersaing dengan burung-burung kicauan lain yang saat ini digemari seperti murai batu, kacer maupun cucak hijau dan lain-lain.


Burung Sirpu ini memiliki nama ilmiah Aegithina tiphia, dan memiliki nama lokal yang lumayan banyak untuk setiap daerah yang memiliki burung ini. Mulai dari sirpu, sirtu, cipew, catow dan cipoh.

Sekilas burung memiliki tubuh menyerupai burung Decu, hanya dibedakan dengan warna yang berbeda yaitu berwarna kuning kehijauan.
Apabila kita melintas pinggiran hutan di wilayah indonesia ini, biasanya kita akan mendengarkan burung ini berkicau merdu dan sangat nyaring. Sehingga kerap kita menyangka bahwa burung yang sedang berbunyi itu berukuran cukup besar, ternyata begitu kita melihat burung ini di saat berkicau, barulah kita sadar bahwa burung ini ternyata berukuran kecil sekitar 10 cm.
Ketika saya berkunjung ke rumah teman saya di Semarang, saya melihat burung sirpu milik teman saya sedang berkicau sangat merdu, bahkan sebelumnya saya mengira yang sedang berbunyi saat itu adalah burung dari jenis cucak hijau atau kacer, tetapi saya terkejut ketika melihat ke samping rumahnya, ternyata seekor burung sirpu di dalam sangkar bulat sedang berkicau dengan variasi suara yang luarbiasa.

Harga burung ini di pasaran sepertinya tidak bisa melonjak tinggi mengikuti perkembangan harga dari burung-burung kicauan lain yang lebih populer.

Burung sirpu tersebar dari wilayah asia tenggara, sumatra, jawa dan kalimantan. Menyenangi hutan-hutan yang tidak terlalu lebat, dan biasanya bersarang di pinggiran hutan pada cabang-cabang pohon rendah.

Makanan yang disukai oleh burung ini adalah kroto, jangkrik berukuran kecil, belalang dan buah-buahan seperti pisang.
Pemberian pakan buatan seperti voer juga boleh diberikan kepada burung ini, hanya saja pemberian extra fooding seperti kroto harus setiap hari atau paling tidak sekali dua hari. Apabila kebutuhannya tersebut dipenuhi maka burung ini akan rajin berkicau dan berumur panjang.


sumber:
- Singing Bird Collection

Merbah Jambul

Di Malaysia burung ini sangat populer mulai dari kota-kota besar sampai ke pelosok-pelosok desa. Burung ini memiliki suara kicauan yang lumayan merdu sehingga sering diadakan kontes untuk mempertandingkan keindahan suara dari burung ini.
Di Indonesia burung ini kurang begitu dikenal. Di kalangan pecinta burung berkicau Indonesia sendiri burung ini masih kalah populer dibanding dengan Murai Batu, Kacer dan burung-burung kicauan jenis lain.


Apakah burung Merbah Jambul ini ?
Burung ini mempunyai nama ilmiah Pycnonotus jocosus (Red Whiskered Bulbul). Dari nama species Pycnonotus dapatlah kita ketahui bahwa burung ini masih berkerabat dengan burung kutilang, trucuk maupun cucak rawa, yang dikelompokkan ke dalam keluarga bulbul.
Untuk keberadaannya di Indonesia sampai sejauh ini belum diketemukan hidup di alam hutan Indonesia.
Ciri-ciri
Berwajah hitam dan memanjang, Warna punggung coklat gelap. Daerah sekitar teggorokan berwarna putih. Sekitar sisi kepala berwarna merah. Ekor agak panjang dan berwarna hitam dengan bagian ujung berwarna putih. Di daerah kepala terdapat jambul atau mahkota berwarna abu-abu-coklat.

Habitat:
Berasal dari asia tenggara (terutama Malaysia) Asia selatan, tetapi telah diperkenalkan ke bagian Amerika utara, seperti selatan Florida dan Hawaii.

Sarang:
Pada musim kawin menghasilkan 2 - 4 butir telur berwarna merah muda pucat bergaris. Telur akan menetas setelah dierami selama 24 hari. Bentuk sarang menyerupai bentuk cangkir tenunan dibuat dari akar-akaran, kulit kayu, dan daun dan dilapisi dengan serat lebih lembut. Sarang biasanya dibangun di cabang pohon rendah.

Apabila burung Merbah Jambul ini dipelihara, maka pakan yang dibutuhkannya adalah sebagai berikut :

1. kroto (telur semut rangrang)
2. jangkrik
3. belalang
4. buah pisang
5. madu

Selain pakan di atas, burung ini juga dapat diberikan pakan buatan seperti voer.