Showing posts with label Cendet. Show all posts
Showing posts with label Cendet. Show all posts

Saturday, June 23, 2012

cara mengajarkan cendet mandi di keramba (tips)

SEDIKIT tips (di luar bahasan murai batu) semoga berguna buat kita semua


Cendet anakan saya yang sekarang mandinya di keramba

Memang agak susah mengajarinya :
Langkah2nya:
  1. Buat jinak dulu cendetnya minimal liat kita diam tidak grabagan
  2. Agar masuk ke keramba biasakan setiap pagi memberikan jangkrik di dalam keramba dengan posisi kurung dibuka (keramba mandi jangan di isi air)
  3. Lakukan sampai cendet terbiasa menerima EF (saya butuh waktu 3 minggu)
  4. Setelah terbiasa coba keramba isi air sedikit saja, pemberian EF tetap di keramba, biasanya cendet agak takut masuk tapi lama kelamaan akan mau juga menginjak air yang ada di keramba.
  5. Biarkan kaki kaki jangkrik jangan di buang agar cendet bermain agak lama dengan EF di dalam keramba
  6. Setelah terbiasa coba full pemberian airnya EF tetap di berikan di dalam keramba
  7. Jika sudah mau coba tes tanpa EF dan jangan di semprot biarkan cendet mandi sendiri jika tidak mau mandi jangan di paksa tetap biarkan di dalam keramba beberapa menit
  8. Kalau hal ini rutin dilakukan biasanya cendet tidak akan takut lagi masuk ke keramba dan boleh sedikit di semprot halus 3 - 5 kali semprot saja
  9. DIJAMIN cendet akan mandi di keramba

Untuk ngetesnya boleh dilakukan siang hari usai di jemur biasanya cendet akan mandi di keramba



Selain mandi di keramba CENDET SAYA usia belum genap 2 bulan sudah fight dan gacor jika di goda dengan tangan (gereja tarung dan LB sudah fasih di bawakan) layaknya cendet dewasa dan tentu saja TIDAK MANJA,,,, nanti akan saya coba share setelah ada videonya.....***




SALAM
(Andri Asmari)

Friday, June 22, 2012

CENDET “BOMBER” Ramuan Unik, Hasilpun Unik

PENTET /Cendet/Toet/ Bentet adalah salah satu jenis burung predator yang pandai menirukan suara yang didengarnya, dan tentu saja bakat ini tumbuh dan berkembang sejak burung tersebut masih piyik/muda, seiring berkembangnya usia pola kicauan yang di dengar tersebut perlahan mulai di suarakan/dilagukan dengan sempurna sesuai dengan yang ia pelajari sejak kecil hingga dewasa.

Untuk Cendet yang hidup dan besar di hutan/kebun, tentu saja suara suara hutan/kebun yang ada di sekitarnya dan suara induknyalah yang pertama kali di dengar dan selanjutnya di pelajari, nah bagai mana dengan cendet yang kita rawat sejak piyik/trotolan yang ada di rumah kita?

PEMASTERAN…. Kalimat tersebutlah yang selalu dekat dan akrab di telinga kita.

Disini saya tidak bercerita tentang PEMASTERAN….. namun saya mencoba sedikit mengulas keselarasan antara KICAUAN dengan JENIS MAKANAN.

Sedikit pengantar….!!!

Saya pernah berfikir apakah mungkin Cendet yang masih bayi yang baru belajar makan bisa langsung berkicau, bergaya fighter, layaknya Cendet dewasa? dan tentu saja TIDAK MANJA!!!

Saya jawab BISA (walaupun pada kenyataanya tetap saja kembali lagi pada karakter dari burung tersebut yang tentu saja tidak sama)

Logika saya terbersit berawal dari burung kenari yang selalu gacor bila kita tempatkan dimana saja, berbeda dengan jenis burung lainnya. Dari sanalah saya mencoba mencari jalur horizontal untuk berexperimen dengan mengkaitkan KICAUAN dengan JENIS MAKANAN yang kita berikan.

Diawali dengan burung cendet yang saya dapatkan sekitar usia 2 mingguan yang baru keluar ekor sedikit dan masih di loloh. Saya mencoba mencampurkan PAKAN TAMBAHAN KENARI (cedee)+ BISKUIT BAYI (PROMINA BERAS MERAH) + VOOR (fancy) + KROTO bersih (EF lainnya) yang saya tumbuk lembut untuk meloloh cendet tersebut sampai cendet bisa makan sendiri secara continue tanpa dirubah sedikitpun.

Untuk jelasnya berikut pola rawatan yang saya terapkan sampai cendet bisa makan sendiri:

Sebelum penjelasan pola makanan, untuk PEMASTERAN sedikit saya selipkan, sejak usia 2 minggu sampai usia 2 bulan setiap malam mulai pukul 19.00 – 21.00 WIB. Cendet selalu saya master dengan perangkat elektronik (HP) dengan suara GEREJA TARUNG jeda LB jeda dan CILILIn jeda. Dengan interval waktu satu menit bunyi 2 menit diam.

Sehari harinya cendet trotol ini saya gantung berhimpitan dengan JALAK KEBO GACOR SEKALI dan KERAS, KENARI GACOR, dan MURAI BATU GACOR dengan jarak SANGAT RAPAT hanya sekitar satu jengkal tangan (+- 25 cm) semuanya tanpa di kerodong dengan tujuan agar cendet tersebut bersuara keras karena sekelilingnya HIRUK PIKUK SEKALI. Jika di visualisasikan penggantungan kurungnya kurang lebih (JALAK)-(CENDET ANAK)-(MURAI BATU)-(KENARI) semua dalam satu ruangan kecil.

LANJUT KE POLA MAKAN:

1. Haluskan pakan tambahan untuk kenari komplit biasanya di pasar burung di beri nama CEDEE + biskuit bayi promina beras merah + voor fancy + kroto (sesekali selingi UH, UB dan jangkrik) tumbuk sampai lembut dan di beri air secukupnya kemudian lolohkan pada cendet tersebut secara continue.

2. Setiap sabtu dan minggu loloh cendet dengan pisang ambon sampai siang jam 12.00 WIB(terpikir dari rawatan cucak jenggot) selanjutnya jam 13.00 WIB sampai sore lanjutkan kembali dengan ramuan diatas dan pisang di stop

3. Menginjak usia 1 bulan setiap malam beri UH kecil 3 ekor untuk cendet belajar mematuk makanan dan sesekali tetap di loloh namun interval meloloh mulai di kurangi.

4. Setelah cendet bisa mematuk makanan sendiri, ramuan pakan lolohan tersebut di stop, lanjutkan dengan voor fancy yang sebagian dihaluskan + yang kasar sedikit. Malamnya beri jangkrik kecil 3 ekor dan UH 2 ekor langsung di cepuk dan jangan di loloh lagi selamanya.

5. Rawatan diatas jangan di rubah rubah harus stabil baik porsi maupun jenis pakan yang di berikan.

BOMBER usia 2 bulan sudah bisa membawakan gereja tarung Love Bird secara jelas layaknya cendet dewasa untuk cililin masih terbata bata namun sudah mulai di suarakan.

Yang membuat saya sangat berbesar hati bahwa BOMBER meski di loloh sejak kecil namun saat bunyi sangat fight dan bergaya tarung layaknya cendet dewasa yang tentu saja TIDAK MANJA SAMA SEKALI.

BOMBER adalah jenis cendet anakan dari alam ambil dari sarang langsung sejak usia piyik berkepala hitam full sampai pundak (dilihat dari indukan jantannya), dada putih dengan warna orange tipis dan pudar di sampingnya dan kepala paling besar diantara cendet seumuran lainnya (jika di gabung dengan beberapa cendet seumuran) + pake 2 RING hitam yang kiri tulisan BOMBER dan kanan tulisan ANDRI ASMARI.

Namun apapun itu TROTOLAN TETAPLAH TROTOLAN yang terpenting KITA MAU BERUSAHA MENCARI dan MEMBERIKAN YANG TERBAIK agar burung yang kita pelihara BISA TAMPIL MAKSIMAL baik dirumah maupun di tempat latihan bersama.

Perkara untuk RUMAHAN ataupun LOMBA kita pikirkan lagi nantinya. Namun seberapa besar KEPUASAN, hanya kita sendiri yang tau.


HASIL YANG SAYA DAPATKAN SELAMA 1 BULAN:

Inilah Cendet yang saya beri nama BOMBER usia 2 bulan kurang masih trotol dan belum berganti bulu sama sekali :

berikut videonya

Semoga bermanfaat buat kita semua.***



SALAM
(Andri Asmari)

Wednesday, August 31, 2011

Cendet

Burung Cendet atau Pentet, salah satu burung cerdas yang pernah mengalami masa jaya di kalangan Kicau Mania Indonesia. Harganya sempat melambung tinggi mengimbangi burung kicauan lain seperti Punglor, Murai, Kacer dan Cucak Hijau.
Sayangnya akhir-akhir ini penggemar burung Cendet agak berkurang. Mungkin karena burung ini termasuk burung yang perawatannya agak rumit atau ketersediaan burung ini di pasar yang mulai berkurang, tidak diketahui secara pasti.
Terlepas dari itu semua burung Cendet adalah burung yang sangat menarik dan lucu. Kemampuannya yang dapat menirukan hampir semua suara yang ada tetap menempatkan burung ini sebagai burung yang istimewa.

Tapi sebagai penggemar burung kicauan apakah kita tahu apa-apa saja burung Cendet selain yang ada di Indonesia Lanius schach, apa saja kerabat burung Cendet yang ada di luar sana.

Mari kita lihat beberapa kerabat burung Cendet berdasarkan genus nya.
Cendet dan kerabatnya dikelompokkan kedalam family Laniidae yang memiliki 3 genus, yaitu :

1. Lanius
2. Corvinella
3. Eurocephalus

Berikut penjelasan tentang speciesnya.

Genus Lanius,
Genus Lanius memiliki 27 species yang tersebar di seluruh dunia, dan kebanyakan menyukai daerah beriklim tropis dan berudara hangat.

1. Lanius tigrinus (Tiger Shrike)



Lanius schach
2. Lanius bucephalus (Bull-headed Shrike)
3. Lanius collurio (Red-backed Shrike)
4. Lanius isabellinus (Isabelline Shrike)
5. Lanius cristatus (Brown Shrike)
6. Lanius collurioides (Burmese Shrike)
7. Lanius gubernator (Emin's Shrike)
8. Lanius souzae (Souza's Shrike)
9. Lanius vittatus (Bay-backed Shrike)
10. Lanius schach (Long-tailed Shrike)
11. Lanius tephronotus (Grey-backed Shrike)
12. Lanius validirostris (Mountain Shrike)



Lanius isabellinus
13. Lanius ludovicianus (Loggerhead Shrike)
14. Lanius excubitor (Great Grey Shrike)
15. Lanius meridionalis (Southern Grey Shrike)
16. Lanius minor (Lesser Grey Shrike)
17. Lanius sphenocercus (Chinese Grey Shrike)
18. Lanius excubitorius (Grey-backed Fiscal)
19. Lanius cabanisi (Long-tailed Fiscal)
20. Lanius dorsalis (Taita Fiscal)



Lanius cristatus
21. Lanius somalicus (Somali Fiscal)
22. Lanius mackinnoni (Mackinnon's Shrike)
23. Lanius collaris (Common Fiscal)
24. Lanius newtoni (Newton's Fiscal)
25. Lanius nubicus (Masked Shrike)
26. Lanius senator (Woodchat Shrike)
27. Lanius marwitzi (Uhehe Fiscal)

Genus Corvinella
Cendet dari genus Corvinella ini semuanya hidup di Afrika yang memiliki suhu hangat dan panas. Corak dan warna tubuh berbeda dengan Cendet dari genus Lanius. Cendet dari genus Corvinella ini mempunyai karakter lebih galak, dan selain memangsa berbagai jenis serangga, juga memangsa tikus dan ular-ular kecil.
Genus Corvinella ini mempunyai 2 species, yaitu :
1. Corvinella corvina (Yellow-billed Shrike)
2. Corvinella melanoleuca (Magpie Shrike)




Corvinella corvina
mirip elang ya..



\\\
Corvinella melanoleuca
Corak tubuh mirip dengan Kacer,
Bentuk dan corak tubuh kerabat Cendet dari genus Corvinella ini agak berbeda dengan Cendet di Indonesia pada umumnya. Postur tubuh yang lebih ramping dan kekar menunjukkan bahwa genus ini sebagai predator handal di wilayahnya.

Genus Eurocephalus
Kerabat Cendet dari genus Eurocephalus semua hidup di daerah Afrika. Bentuk tubuh dan corak di kepala masih mirip kerabatnya dari genus Lanius.




Eurocephalus ruppelli
Kerabat Cendet dari Genus Eurocephalus terdiri dari 2 species :
1. Eurocephalus ruppelli (Northern White-crowned Shrike)
2. Eurocephalus anguitimens (Southern White-crowned Shrike)


sumber :
- Singing Bird Collection
- Wikipedia
- the Internet Bird Collection





Thursday, January 8, 2009

Merawat & Melatih Burung Cendet



Merawat & MelatihCendet Setelah Ngurak

Cendet adalah burung sawah yang dapat menirukan suara burung jenis lain. Oleh karena itu Cendet mendapat julukan si burung sawah yang cerdas. Suara khasnya memang kurang enak bila di dengar, namun apabila ia sudah dimaster dengan suara burung lain maka suara yang dinyanyikannya akan semakin indah dan enak di dengar. Master yang baik untuk burung cendet ini adalah : cucak jenggot, love bird, cililin, belalang, burung gereja (sedang tarung), branjangan, ciblek, kenari dan jalak uret. Apabila cendet kesayangan Anda memiliki semua jenis suara burung master tersebut maka tinggal bagaimana melatih mentalnya saja agar tidak drop ketika berada di arena lomba atau kontes burung berkicau.

Menu utama pakan burung cendet adalah jangkrik. Disamping jangkrik extrafooding lainnya juga perlu diberikan semisal : kroto & ulat hongkong. Voer yang diberikan harus memiliki kandungan protein dan gizi yang baik. Merk tak jadi masalah boleh apa saja.

Ciri khas burung cendet adalah ekornya yang panjang dan akan meliuk-liuk jika sedang berbunyi. Sifat asli burung cendet adalah galak dan jika mematuk biasanya dia akan sekaligus menggigit dengan paruhnya yang tajam dan meninggalkan bekas gigitannya ditangan.
Namun apabila burung cendet ini kita pelihara sejak piyikan maka sifat galaknya akan sedikit hilang bahkan burung ini jika melihat tangan kita mendekat ia akan langsung turun seolah-oleh kita akan memberinya makan (jangkrik atau ulat).

Perawatan Cendet untuk sehari-hari ala penulis blog ini :

1. Jam 06.30 Burung dikeluarkan dari dalam rumah, kemudian buka krodong. Biarkan bunyi sampai jam 07.00. Kemudian baru dimandikan (disemprot).
2. Setelah dimandikan berikan jangkrik 10 ekor dan telor semut (kroto) secukupnya (1 sendok makan) itu sudah cukup, lalu dijemur hingga jam 12.00 siang. Setelah itu ambil kandang dan biarkan dulu dianginkan di teras rumah lebih kurang 15 menit. Kemudian tutup kandang dengan kerodong.
3. Jam 15.00 sore kandang burung kembali di buka kerodongnya dan langsung dijemur. Lantas burung dimandikan beri jangkrik 5 ekor dan kroto 1 sendok makan, langsung jemur. Proses penjemuran sampai jam 16.00 sore. Setelah itu burung di kerodong kembali dan tempatkan di dalam ruangan untuk istirahat.
4. Perawatan di atas dilakukan mulai dari hari Senin s.d. Kamis. Untuk hari Jum'at dan Sabtu menu jangkrik ditambah biasanya pagi : 10 ekor di tambah menjadi 15 ekor dan sore biasanya 5 ekor ditambah menjadi 7 ekor serta diberi ulat hongkong 3 ekor pagi dan 3 ekor sore hari.
5. Hari Minggu ketika burung akan di lombakan pemberian jangkrik dan kroto tetap hanya ditambah ulat hongkong 5 ekor menjelang lomba. Setelah lomba kaki cendet disemprot dan kembali di beri jangkrik 5 ekor. serta ulat hongkong 3 ekor.

Burung biasanya dilombakan 2 x dalam 1 bulan ini bertujuan agar stamina burung cendet tetap stabil. Bila stamina kurang baik akan dapat mempengaruhi mental dari burung cendet itu sendiri.

Merawat dan Melatih Cendet pasca ngurak harus lebih intensif lagi. Dikarenakan biasanya burung yang selesai ngurak staminanya masih lemah dan mentalnya sedikit ngedrop bila di hadapkan dengan burung sejenisnya. Burung cendet yang baru saja selesai mengalami proses ngurak harus lebih banyak asupan nutrisinya. Extra fooding seperti jangkrik diberikan sesuai / sama dengan takaran yang sama dengan sebelum ngurak begitu juga dengan yang lainnya. Burung-burung master usahakan selalu ditempel di dekat kandang cendet. Ini bertujuan agar suara isian tidak hilang.