Wednesday, March 20, 2013

Melatih Mental Burung part. 1

Melatih Mental Burung part. 1

 http://kicauan.files.wordpress.com/2013/01/mb-induk-dan-anak.jpg



Gudang Burung - Banyak cara yang dapat dilakukan oleh para penggemar, bahkan peternak burung kicau untuk memoles burungnya bernilai lebih dan bahkan menyabet duatu gelar bergengsi yang diperebutkan oleh banyak orang.



Berbagai cara untuk menghasilkan burung kicau idamanpun dilakukkan. Dari yang memperdengarkan suara burung lain yang lebih bagus, hingga dengan cara yang tak biasa sekalipun. Maka kali ini saya akan memberikan cara yang tak biasa tersebut. Ingin tahu? Ayo simak

Pertama, adalah meletakkan burung di suatu ruangan yangn sepi, lebih baik sepi dan kosong agar burung dapat merasa tenang dan tidak terganggu oleh suara bising lainnya. Metode ini diperuntukkan untuk burung yang 1 bulan kedepannya akan menghadapi lomba dan untuk burung yang baru stres.

Kedua, letakkan burung di tempat yang dekat dengan sumber air. Contohnya di sekitar kamar mandi ataupun keran air. Efek suara dari air ternyata juga dapat membuat burung menjadi tenang dan memiliki karekteristik yang kuat.

Yang kedua sangat cocok untuk melatih mental burung. Berhasil atau tidaknya tips yang kedua ini adalah ketika burung mendengar suara air, maka burung tersebut telah berhasil menenangkan dirinya dan bisa mengontrol emosi si burung sendiri.

Dan apabila ketika mendengar suara gemericik air burung tersebut malah takut, dengan terbang di dalam sangkar secara tak teratur, maka anda dapat melakukkan tips yang pertama. Ketika tips yang pertama kurang berhasil, tambahkan drngan penggunaan kerodong.

Tetaskan 3 Ekor Maleo

Tetaskan 3 Ekor Maleo

 http://www.kewang-haruku.org/maleo1.JPG

Gudang Burung - Kebun Binatang Bronx mengaku telah berhasil menetaskan tiga telur burung maleo yang langka.


Burung maleo adalah burung asli Indonesia. Maleo merupakan burung endemis di Sulawesi dan Kepulauan Buton. Burung bernama latin Macrocephalon maleo itu berstatus terancam punah.


Kebun binatang Bronx mempelajari dan menciptakan kondisi lingkungan khusus tempat tinggal asli burung tersebut sehingga mereka sukses bertelur hingga menetas.

Tuesday, March 19, 2013

Lovebird Hilang Senilai Rp. 200 Juta

Lovebird Hilang Senilai Rp. 200 Juta


Gudang Burung  - Keberadaan burung lovebird yang belakangan semakin diminati ternyata menjadi lahan empuk bagi para pelaku pencurian. Terbukti, sekitar pukul 02.00 kemarin (19/1) pencuri menggasak 10 pasang burung lovebird senilai Rp 200 juta di rumah Misturi, 40, warga Dusun Du’alas, Desa/Kecamatan Larangan. Dari data yang dihimpun, lovebird milik Misturi terdiri dari dua jenis, yakni lutino dan pastel kuning.
Adapun harga dari sepasang lovebird itu berada di kisaran Rp 20 juta, sehingga dalam peristiwa pencurian di rumah Misturi total kerugiannya mencapai Rp 200 juta. Dari penuturan Misturi, sekitar pukul 00.30 dirinya mendengar suara kicauan burung lovebird-nya yang ditaruh di dapur. 
Merasa curiga Misturi langsung mengecek burung koleksinya. Namun, ternyata dirinya hanya melihat seekor kucing sehingga Misturi langsung kembali ke dalam rumahnya. Sekitar pukul 02.00 dini hari kemarin, Misturi kembali ingat pada koleksinya itu.
Karena itulah, Misturi kembali lagi ke kandang burungnya. Belum sempat ke kandang, ternyata melihat pintu yang menghubungkan ke dapurnya tiba-tiba sulit dibuka. Selain itu, lampu di dapurnya padam sehingga sulit melihat dengan leluasa. 
”Waktu itu kayaknya ada seseorang yang menekan dari dalam dapur. Sedangkan suasana kan terlihat gelap,” ujarnya saat dimintai keterangan kemarin. Atas dasar itulah, kecurigaan Misturi semakin bertambah. Seketika, dirinya langsung mengambil senjata tajam berupa celurit. Misturi pun mendorong pintu agar terbuka.
Setelah berhasil di buka, ternyata di bagian belakang pintu dapurnya terdapat beberapa kursi yang ditumpuk. Saat itulah, Misturi mulai sadar telah kehilangan 10 pasang burung lovebird-nya. Saat itu pula Misturi menyadari telah kehilangan koleksinya yang jika dinominalkan diperkirakan mencapai Rp 200 juta. 
Berdasarkan pengamatan Mistruri, pelaku masuk lewat tembok yang dibobol di dapurnya dan membuka pintu keluar lewat pintu dapur. ”Saya yakin tidak hanya 2 atau 4 orang yang melakukannya, tapi lebih. Mungkin secara dijgilir mengambil burung dan dikirim ke temannya yang ada di luar,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Madura.
Setelah kejadian, Misturi hanya bengong. Semula, dia berpikir untuk mengejar pelaku. Namun, dia memiliki rasa waswas takut menjadi korban dari beberapa maling tersebut. akhirnya Misturi hanya kembali ke rumahnya. 
”Memang sempat ada pikiran untuk mengejar para pelaku itu, tapi saya juga merasa waswas takut menjadi korban,” ungkapnya. Atas kejadian itu, Misturi mengaku belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. ”Tapi, saya akan segera melaporkannya terhadap pihak kepolisian terkait adanya maling di rumah saya itu nantinya,” pungkasnya. (radar)

Harga Setara Mobil

Harga Setara Mobil


Gudang Burung  - Berawal dari hobi, seorang kolektor burung perkutut ini bisa berpenghasilan miliaran. Adalah Ali Baderi, berkat salah satu burung perkutut bernama 'Kaisar' yang sering menjuarai kompetisi tingkat nasional, ia mampu meraup untung Rp2 miliar, atau setara dua mobil mewah.
Menurut laki-laki yang akrab disapa Abah tersebut, kecintaannya pada burung perkutut dimulai ketika dirinya masih duduk dibangku kelas 5 SD. Saat melewati masa sulit ditengah-tengah situasi krisis yang terjadi di Indonesia, perkutut mampu meneduhkan hati pria yang satu ini.
"15 hari sebelum Ramadhan, saya percaya bahwa burung perkutut mampu memberikan nafkah. Ketika burung, baru berusia 5 bulan harganya Rp5 juta dan kini mencapai Rp45 juta. Dan akhirnya saya beri nama kolgun salim burung pertama dan merupakan jawaban saat Ramadhan ada penawaran," ujarnya, Kamis (6/9).
Setelah itu barulah dirinya mendapatkan sang maskot 'Kaisar' mulailah bergelut dengan burung secara intens. Sebelumnya, kata dia, Kaisar dirawat belum mempunyai kandang, setelah mengikuti lomba nasional di setiap bulannya dan mendapat juara satu, barulah dirinya memberikan kandang dan mulai berternak burung.
"Untuk bakalan (masih telur) dijual seharga 20 juta itu sistem booking. Kalau sudah jadi burung hingga 50 juta. Kalau sepasang telur, ‘yah’ Rp40 juta, Burung Rp100 juta," terangnya. Kalau Kaisar, lanjutnya, beberapa waktu lalu telah ada yang meminta dengan harga 2 Milyar. Dikarenakan dianggap maskot populer oleh P3SI (persatuan penggemar peternak perkutut seluruh Indonesia).
Abah juga menjelaskan, perkutut yang telah dimilikinya hingga kini sejumlah 600 ekor. 300 asli bibit dan 300 ekor lebih hasil ternak. Burung perkutut, terdiri dari beberapa kualitas atas dan biasa di dalam satu kandang, dicontohkannya, untuk anakan burung perkutnya 'Rupawan' yang seharga 1 milyar, menempati kamar 13 harga untuk booking bakalan (telur) Dua bijinya seharga 75 juta.
" Sedangkan, untuk yang sudah jadi anak rupawan yaitu 'sabda alam' ditawar 100 juta, tidak saya berikan, karena saya masih cinta," ungkapnya.
Setelah ini, diterangkannya, akan ada perlombaan kejuaraan nasional yakni pahlawan cup dan gubernur cup yakni Liga perkutut Indonesia di setiap bulan, bulan pertama Jatim hingga terakhir di Palembang.
"Sabda alam akan turun akhir bulan tanggal 30 September tahun lalu di Siliwangi cup," tandasnya.-cetroone

Monday, March 18, 2013

Masalah Beruntun

Masalah Beruntun



Gudang Burung - Burung-burung liar yang biasa menjadi tontonan wisatawan, kini jarang terlihat di Kerinci seiring hilangnya pohon Seri atau sejenis beringin hutan.

"Saat ini populasi burung liar di Kerinci memang dirasakan sangat berkurang dan untuk itu perlu program revitalisasi melalui penanaman pohon seri," kata ketua  Guntur, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Jambi, Selasa.

Pohon seri adalah jenis-jenis pohon beringin hutan yang selama ini telah menjadi tempat berkumpul dan bersarang koloni burung-burung liar di Kerinci.Guntur mengemukakan pada masa sebelumnya pohon Seri banyak tumbuh di tengah hutan lebat TNKS.


"Keberadaan pohon itu sangat disukai oleh burung-burung liar, maka tidak sedikit warga  menanam pohon di tepi desa agar burung-burung liar dari hutan singgah dan meramaikan desa mereka, baik saat pagi, siang, sore maupun pada malam hari," kata Guntur.

Wisatawan pun sering berkunjung ke desa-desa terutama penggemar fotografi.

"Terkadang terdapat puluhan bahkan ratusan jenis burung di satu pohon Seri, ada burung Pintau, Tiung, Jalak, Enggang, Murai, Balam, Tekukur, Perenjak, Kasawai, Perkutut, Beo dan lain sebagainya, beburung itu hidup rukun dipohon Seri itu," ujarnya.

Namun, kini keberadaan pohon Seri tersebut semakin menghilang, karena banyak yang ditebang hanya sekedar untuk diambil kayunya oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab, tidak saja pohon Seri di tepi desa, di tengah hutan pun dirambah.

"Kini para turis sering mengaku sudah sangat jarang bisa mendapatkan kesempatan bertemu dengan kerumunan burung lagi di Kerinci, terutama dengan burung Pintaw yang merupakan jenis burung yang memiliki kecerdasan luar biasa dalam membangun sarangnya yang unik di pohon-pohon," kata Guntur.-antaranews

Keajaiban Kawanan Jalak

Keajaiban Kawanan Jalak


Gudang Burung - Jangan berenang ikan di sekolah atau burung terbang dalam kawanan memiliki semangat kolektif yang memungkinkan mereka untuk bergerak sebagai salah satu? Apakah mereka hewan dengan kognisi sangat berkembang, naluri kompleks atau hadiah telepati? 
Studi terbaru yang dilakukan oleh kelompok penelitian yang dipimpin oleh Prof Charlotte Hemelrijk dari Universitas Groningen di titik arah lain.Matematika model diri-organisasi menunjukkan bahwa perilaku kolektif yang rumit bisa menjadi konsekuensi dari aturan perilaku sederhana.
Dalam sebuah artikel dalam jurnal online PLoS ONE, Hemelrijk dan ilmiah pemrogram Hanno Hildenbrandt menggunakan model komputer StarDisplay untuk menggambarkan penyebab dari berbagai bentuk ajaib dalam kawanan jalak.

Sekolah ikan

Sebelumnya, Hemelrijk dan kolaborator-nya menggunakan model komputer yang sebanding untuk menyelidiki sekolah ikan. Pengamatan menunjukkan bahwa di alam ini selalu memanjang. "Model kami menunjukkan bahwa bentuk memanjang sekolah ikan adalah hasil otomatis self-organisasi," kata Hemelrijk. 
Selain pengelompokan biasa dan koordinasi, tidak ada aturan tambahan yang diperlukan untuk mencapai hal ini. Seekor ikan berenang di belakang satu sama lain akan melambat untuk menghindari menabrak salah satu di depan itu dan tetangga bekas kemudian pindah ke dalam untuk mengisi kekosongan yang telah membuka. Hal ini menyebabkan sekolah memanjang.
Variasi Fantastis

Kawanan jalak, bagaimanapun, menghasilkan berbagai bentuk yang jauh lebih kaya. Video cuplikan dari kawanan burung jalak terbang di sekitar mencari tempat untuk bertengger menunjukkan variasi yang fantastis di seluruh dunia. Putaran, luas, memanjang, kawanan bahwa pergeseran bentuk dari saluran ke jam pasir, penebalan, menipis, ini adalah semua variasi yang ada.
 Orang-orang telah bertanya-tanya untuk usia bagaimana semua bentuk-bentuk yang berbeda dapat diciptakan. Pada 1930, Edmund ornitologi Inggris Selous - juga terpesona oleh ternak - bahkan disebabkan berbagai luar biasa untuk telepati.
Prinsip

"Kami ingin mengetahui apakah diri-organisasi dapat memberikan penjelasan yang memadai," Hemelrijk negara. Model StarDisplay baru sekali lagi didasarkan pada sejumlah prinsip: burung tertarik satu sama lain, mereka bergerak dalam arah yang sama dan mereka mencoba untuk menghindari menabrak satu sama lain. 
Selain itu, model berisi fungsi-fungsi matematika menggambarkan perilaku terbang menggunakan aerodinamis disederhanakan. Burung-burung jalak simulasi mengalami gaya angkat, tarik dan gravitasi, dan bank saat memutar.Program ini digunakan untuk mensimulasikan bagaimana kawanan lingkaran jalak di atas tempat bertengger. Setiap kali jalak dalam model meninggalkan daerah itu di atas situs tidur mereka dibuat untuk kembali.
Berbelok ke kiri, kanan

Memutar mungkin terjadi berbeda pada burung dan ikan. Menurut model dan penelitian empiris yang dilakukan oleh kelompok Hemelrijk itu, individu ikan di luar kelompok berubah dapat mempercepat sedikit, sedangkan pada bagian dalam memperlambat. Hal ini memungkinkan ikan untuk mempertahankan tempat asli mereka dalam kelompok dan menjaga sekolah memanjang.

Burung dalam kawanan, bagaimanapun, gilirannya individu, seperti yang ditunjukkan dalam pengamatan burung merpati mengitari batu diterbitkan oleh ahli biologi Amerika Harold Pomeroy dan Frank Heppner pada tahun 1992. Ini berarti bahwa posisi burung relatif terhadap satu sama lain berubah setelah berbelok 90 derajat. Burung yang terbang mengikuti sekarang terbang satu di belakang yang lain. Dan jika belum gilirannya lain dibuat, burung-burung yang terbang kanan sekarang tiba-tiba terbang kiri kapal.
Sedikit variasi dalam kecepatan

Cara mengubah adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan variasi dalam bentuk.Sekawanan yang datar dan lebar menjadi panjang dan sempit setelah putar 90 derajat."StarDisplay menunjukkan kepada kita bahwa cara untuk mengubah merupakan konsekuensi dari fakta bahwa burung tidak bervariasi kecepatan mereka sangat banyak," kata Hemelrijk. "Jika kita mencari lebih banyak variasi dalam kecepatan ke dalam model kami, bentuk menjadi lebih memanjang dalam arah gerakan Dalam hal itu, hasilnya bahwa kami sebelumnya untuk ikan -. Mana bentuk tetap memanjang - juga berlaku untuk burung. "

Faktor lain

"Dalam artikel PLoS ONE kita hanya bisa membahas beberapa penyebab dari variasi dalam bentuk ternak jalak," jelas Hemelrijk. Selain kecepatan yang hampir dapat bervariasi, faktor lain adalah jumlah besar individu dalam kawanan, jumlah kecil mitra - hanya tujuh - yang setiap burung berinteraksi dengan, membuat kurva dan perbankan di kurva.
Tak Terhingga Nilainya

Apa yang belum dimodelkan adalah perilaku makan dan perilaku yang terkait untuk menghindari burung pemangsa. Udara sebagai media, dengan faktor-faktor seperti angin dan turbulensi, belum dimasukkan dalam model baik. Hemelrijk: "Meskipun pembatasan ini, model telah memberi kita cukup beberapa hipotesis untuk menguji ini sangat berharga, seperti meneliti perilaku seperti di alam sangat sulit tanpa model yang baik untuk mendasarkan diri padanya"-umm

Beo ''Si Peniru''

Beo ''Si Peniru''


Gudang Burung - Pernahkah anda merasa heran kenapa burung beo dapat menirukan ucapan manusia dengan baik ? Nah, mau tahu, burung Beo dapat berbicara layaknya manusia karena bu rung beo menggunakan lidah nya agar dapat menghasilkan suara seperti huruf?huruf vokal sebagaimana halnya kita, manusia.

Pada manusia, bunyi dihasilkan dari larynx (pangkal tenggorokan-red) dan dapat diubah?ubah sesuai pergerakan lidah dalam mulut. Hal seperti inilah yang menolong kita men gucapkan huruf vokal dan huruf konsonan meski huruf itu rumit.

Hingga kini, tak sedikit peneliti beranggapan, burung Beo sama seperti halnya bangsa burung lain, menghasilkan dan mengu bah?ubah suaranya dengan menggunakan larynx dan syrinx tanpa menggunakan lidahnya sama sekali. Ternyata, burung Beo menggerakkan lidahnya ke depan dan ke belakang ketika berbicara.

Hal ini yang kemudi an menggelitik Gabriel Beckers dan rekan?rekannya yang bera sal dari Universitas Leiden, Belanda, tertarik untuk menga mati apakah pergerakan ini memang berperan pada burung Beo yang pintar meniru ucapan manusia.

Para peneliti mencoba melakukan riset pada sejumlah burung Beo. Syrinx burung?bur ung kemudian diganti sebuah speaker elektronik yang sangat kecil. Ketika amplifier memper dengarkan suara, sebuah peng ait menggerakkan lidah burung itu. 

Para peneliti menemukan, pergerakan lidah kurang dari satu milimeter saja akan me nimbulkan perbedaan besar terkait kualitas suara vokal burung Beo yang dikeluarkan. Terus seberapa besar perbeda annya ya ? Perbedaan itu, kata Beckers, lebih besar ketimbang perbedaan antara huruf 'a' dan 'o' yang diucapkan manusia.

Jadi, menurut Beckers, kemam puan burung Beo memainkan lidahnya mengucapkan huruf?h uruf vokal mungkin didorong bakat burung menjadi peniru.