Saturday, April 7, 2012

Merawat Bulu Burung


Gudang Burung - Saya pernah mencoba beberapa kali tapi yang aku temui juga banyak . Tapi menurut ku kalo pakeramuan jawa cuma pake lidah buaya karena cairanlidah buaya itu bisa mengurangi kuman yang pada nempel utau hidup di bulu burung tersebut.

 
    Cara pemakaiannya mudah cuma di oleskan ke bulu brung setelah bulu burung sudah keliatan basah lalu di sikat pake sikat gigi dan penyikatannya secara teratur supaya bulu burung tidak rusak atau tidah patah terkena sikat. tapi kalo lebih bgus pakesampo . Cara pemakainnya di oleskan ke bulu brung setelah bulu burung sudah keliatan basah lalu di diamkan dulu setelah agak kering baru di bilas pake air supaya kalo bilasnya agak lama biar kumannya pada mati dlu.
    Tetapi obat untuk menyemprot itu juga ada lo menurutku yang lebih cepat untuk menghilangkan kutudi bulu burung it lebih cepat pake obat itu ..

Ciri burung yang terkena kutu bulu : 
1. burung gag mau berkicau
2. burung gag nafsu makan
3. burung kurang beraktifitas atau di sebut ( gering )
4. burung keliatan pucat

Merawat Lomba - Parkit


Gudang Burung - Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Kenari:
1. H-3 sebelum lomba, berikan buah Apel diselingi Kroto.
2. H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
3. 1 Jam sebelum di gantang lomba, berikan burung Telur Puyuh.


PENTING
• Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi. Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung Kenari lain.

Friday, April 6, 2012

Prenjak Jawa


Gudang Burung - Perenjak Jawa juga dikenal sejenis burung kicauan dari suku Cisticolidae (pada banyak buku masih dimasukkan ke dalam suku Sylviidae). Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai Bar-Winged Prinia, merujuk pada dua garis putih pada setiap sayapnya. Nama ilmiahnya adalah Prinia familiaris Horsfield.


Ciri-ciri:

 Burung kecil ramping, dengan panjang total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 10 cm. Hampir seluruh sisi atas badan berwarna coklat hijau-zaitun. Tenggorokan dan dada putih, perut dan pantat kekuningan. Sisi dada dan paha keabu-abuan. Ciri khas: sayap dengan dua garis putih, serta ekor panjang dengan ujung berwarna hitam dan putih. Paruh panjang runcing, sebelah atas berwarna kehitaman dan sebelah bawah kekuningan. Kaki langsing dan rapuh berwarna coklat kemerahan atau merah jambu.


Jenis Kelamin:
Jantan bila dibedakan dari betina dengan ukuran tubuhnya yang lebih besar dan aktif berkicau. Ekor lebih panjang dan warna sayap yang lebih gelap.


Kebiasaan & Penyebaran:

Burung yang ramai dan lincah, yang sering ditemui di tempat terbuka atau daerah bersemak di taman, pekarangan, tepi sawah, hutan sekunder, hingga ke hutan bakau. Juga kerap teramati di perkebunan teh. Dua atau tiga ekor, atau lebih, kerap terlihat berkejaran sementara mencari makanan di antara semak-semak, sambil berbunyi-bunyi keras cwuit-cwuit-cwuit.. ciblek-ciblek-ciblek-ciblek.. ! Ekor yang tipis digerakkan ke atas saat berkicau.




Mencari mangsanya yang berupa aneka serangga dan ulat, perenjak jawa berburu mulai dari permukaan tanah hingga tajuk pepohonan. Burung ini membuat sarangnya di rerumputan atau semak-semak hingga ketinggian sekitar 1,5 m di atas tanah. Sarang berbentuk bola kecil dianyam dari rerumputan dan serat tumbuhan.


Perenjak Jawa adalah burung endemik (menyebar terbatas) di wilayah Sumatra, Jawa dan Bali. Di Sumatra tidak jarang sampai ketinggian 900 m dpl, sedangkan di Jawa dan Bali umum sampai ketinggian 1.500 m dpl.


Tingkat Kehidupan:

Sebelum tahun 1990-an, burung ini boleh dibilang tidak memiliki nilai ekonomi, sehingga banyak dibiarkan bebas dan meliar seperti halnya burung gereja dan burung pipit. Sifatnya yang mudah beradaptasi dan tidak takut pada manusia menyebabkan populasi burung ini cukup tinggi pada wilayah-wilayah yang sesuai.
Setelah tahun-tahun itu, burung ini mulai banyak diburu orang untuk diperdagangkan terutama di Jawa. Apalagi burung ini mudah dijumpai di wilayah perkebunan dan memiliki keistimewaan mudah jinak. Sifat jinaknya membuat ia mudah ditangkap dengan cara dipikat yaitu memakai bantuan cermin di dalam sangkar. Burung yang tertarik dengan bayangannya sendiri akan terjebak di dalam sangkar.


Cara lain adalah dengan memasang jerat atau rajut di sekitar sarangnya, atau dengan perangkap getah (pulut) pada tempat-tempat tidurnya di waktu malam. Para penangkap burung yang terampil, bahkan, kerap hanya bermodalkan senter, kehati-hatian dan kecepatan tangan menangkap burung yang tidur di malam hari.
Sayang sekali burung ini mudah stres dan mati dalam pemeliharaan, terutama apabila yang ditangkap adalah burung dewasa. Belum lagi jika pemeliharanya tidak berpengalaman. Namun ini agaknya tidak menyurutkan minat para penangkap burung untuk terus memburunya.



 Sampai sekarang, burung ini belum berhasil dibiakkan dalam tangkaran. Dan para penggemar burung masih bergantung pada tangkapan dari alam.Eksploitasi yang berlebihan ini segera terlihat akibatnya. Di wilayah-wilayah tertentu seperti di pinggiran Jakarta dan Bogor, di mana burung ini melimpah sebelum tahun ‘90an, kini seolah ‘kehabisan stok’. 


Perenjak Jawa semakin jarang terlihat di taman-taman, dan hadir terbatas di tempat-tempat tertentu yang masih dekat hutan.Dalam pemeliharaan biasanya burung ini sering diberi makanan berupa kroto (tempayak dan anak semut rangrang), ulat hongkong, serta pelet (voer).

Memilih Cucak Ijo


Ciri burung cucak ijo yang bagus di lihat dari segi/postur tubuh sebagai berikut :

1. Tubuh burung lebih panjang dan. Besar ekornya mengempal agak
    kebawah .
2. Mulut/Cucuk burung Cucak Ijo lebih pajang dan besar yang depan agak
    banyak bengkok kedalam. 
3. Warna/Postur tubuh Cucak Ijo harus Hijau gelap dan bulu bawah mulut
    hitam gelap samping mulut agakberwarna Biru agak keputihan kaki
    burung cucak ijo yang bagus harus kering gak bengkok.
4. Kukunya burung Cucak Ijo harus bengkok, dan runcing.
5. Ciri kicau burung Cucak Ijo yang bagus harus bersih dan nyaring lentang dan ketika burung berkicau yang
    bagus ekornya harus bergoyang yang aktif dan tenggorokan burung yang bagus ketika berkicau harus
    cembung.
6. Lidah burung, dan mulut bagian dalem burung yang bagus harus hitam.

Merawat Anis Merah

 

Gudang Burung - Cara merawat burung Anis merah harus rutin memandikan minimal 1.hari 1kali  supaya burung tidak mudah setres dan makanannya harus teratur juga jangan sering di ganti-ganti biar burung mudah merekem suara burung lain dan cepat berlatih bunyi.

    Burung Anis merah harus sering di pindah-pindah tempat gantangannya dan kita harus sering membawa burung ketempat ramai untuk melatih mental burung Anis merah supaya burung tersebut tidak muduh setres karena burung Anis merah terkenal mudah setres.

    Burung Anis mereh sangat cepat naik berahinya jadi kita harus juga teratur merawatnya jangan sering telat memberi makanan yang sering di berikan misalnya jangkrik 1hari 3kali itu harus tertib supaya burung cepat menaikan suar kicauannya dan mau berlatih teler .

Thursday, April 5, 2012

Cendet Madura

 

Cara memilih cendet medura di lihat dari poster/warna kepala burung cendet yaitu
  1. Kepala kelihantan hitamnya yang merata d bagian kepala sampe punggung burung cendet yang menyerupai warna hitam di bagian mata atau di sebut kacamata.
  2. Tubuh cendet medura lebih panjang dari tubuh burung cendet yang lokal.
  3. Kicauan brung cendet lebih lantang atau keras.
  4. Ekor lebih penjang dan bulunya lebih putih.
  5. Besarnya burung cendet medura lebih kecil tetapi memanjang.

Kelebihan burung cendet madura yang banyak di senangi para penggemar burung yaitu kicuannya lebih keras dan bersih , kebandelannya pun gak kalah dari burung cendet lokal tetapi burung cendet madura sulit di cari dan harganya agak tinggi .

Merawat Harian Kenari


Gudang Burung - Perawatan harian untuk burung Kenari relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.


Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Kenari:


1. Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung)
2. Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Pakan dan Air Minum.
3. Berikan Sayuran segar atau Buah.
4. Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis. 
5. Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
6. Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
7. Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
8. Kontrol Pakan, Air Minum, Sayuran dan Buah. 
9. Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.


PENTING

• Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu ( jika kenari tidak mau jangan dipaksa)
• Telur Puyuh dapat diberikan 2x seminggu.
• Variasi pemberian sayuran segar dan buah-buahan adalah kunci keberhasilan dalam perawatan burung kenari.
• Asinan harus selalu tersedia didalam sangkar.
• Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
• Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.