Sunday, November 6, 2011

Angrybirds Rio

Setelah disibukan dengan perawatan kicauan kita, apa salahnya kita luangkan waktu bermain game ini .
Mari bermain game Angry Bird Rio : Pecahkan rekormu !


Graphic to display if Flash Player is not available.

Ciri - ciri kenari jantan dan betina


Meskipun menentukan jenis kelamin kenari bukan hal yang mudah dan mereka yang sudah berpengalaman pun banyak menemui kesulitan, tetapi ini ada tips yang bisa digunakan (tetapi bukan hal yang mutlak):

  • Sejak usia 3 hari pembuluh vena di sebelah perut akan turun menuju “ vent ( lubang angin / dubur ) dan akan menuju bagian depan dari “ vee “ yang ada dibagian depan “vent ,ini nampak pada burung kenari jantan yang masih muda. Tapi pembuluh vena ini tidak akan tampak pada kenari betina. Walaupun pembuluh ini ada di seluruh kenari jantan , akan lebih baik jika menganalisanya sebelum kenari jantan tersebut tumbuh bulu.


  • Pada 5- 8 hari ,ambil semua anak-anak kenari yang terdapat pada sarang yang sama (satu indukan ) taruh
  • ke handuk dan sejajarkan seperti posisi kuda balap yang ada pada pacuan kuda. Yang melompat paling jauh
  • adalah kenari jantan. 
  • Lihatlah bagian tulang belakang mereka. Di sepanjang tulang belakang kenari jantan warnanya lebih kaku dan lebih pekat. Untuk yang betina warnanya kaku dan pekatnya tidak sampai sepanjang tulang belakang. dengan cara itu bisa diidentifikasi.
  • Sebelum anaka-anak kenari tersebut berbulu. Liatlah ke bagian kepala mereka. Untuk yang jantan lebih pipih (datar).Untuk yang betina lebih bulat.
  • Sekitar usia 6 – 7 hari anak2 kenari tersebut mulai membuka mata. Jika jantan maka matanya sejajar dengan paruhnya. Untuk yang betina, letak mata diatas paruh yang menyebabkan tampilan kepalanya lebih bundar.

  • Ketika anak2 kenari diberi makan disarangnya oleh induknya .perhatikan tingkah laku anak2 tersebut. Yang berdiri paling tinggi , teriak paling keras dan yang paling ingin diberi makan duluan itu berarti yang jantan. Yang betina kakinya lebih pendek makanya mereka tidak berdiri tinggi dan karenanya mereka diberi makan lebih sedikit dibanding yang jantan.
  • Usia 28- 30 hari beberapa kenari2 muda terlihat mempraktekkan suara mereka untuk berkicau dengan baik. Bukan yang paling awal berkicau itu yang terlihat paling baik, burung 2 tersebut hanya suka berlatih berkicau lebih awal saja.
  • Sekitar 5 bulan atau 5 bulan lebih 2 minggu, kenari jantan bisanya warnanya lebih terang. pada bagian tertentu warnanya lebih tajam khususnya dibagian dekat kepala. Pusat kepala pada burung kenari betina yang berwarna kuning akan menjadi sangat terang.
  • Seandainya usia 6 bulan belum ketahuan jenis kalaminnya ,kenari2 yang dicampur diantara kenari2 maka. Kenari betina akan duduk lebih rendah lebih dikarenakan struktur badannya. Dan juga biasanya kenari betina akan berkelahi dengan kenari jantan ketika ingin berkicau atau mempraktekan suaranya. Meskipun sang betina dalam kondisi tidak sedang dalam masa bertelur dan ini hanya sekedar ingin berkicau saja..

Saturday, November 5, 2011

Menghilangkan stress pada burung

Burung stress = Pemiliknya ikutan stress 
Bagaimana tidak stress kalau burung jagoan kita mendadak diam seribu bahasa dan selalu takut setiap kali didekati . Sekarang saya akan coba berikan tips yang didapat dari hasil browsing berbagai sumber mengenai penanggulangan stress pada burung sekelas anis merah , tledekan dan kacer.


Metode Baru Menghilangkan Stress Pada Kacer, Tledekan dan Anis Merah (Model Istono) seperti tertulis dalam artikel di kicuamania.org


Metode ini saya temukan secara tidak sengaja. Diawali saat beberapa teman yang memelihara jenis burung Kacer, Tledekan dan Anis Merah mengeluhkan penurunan performa klangenannya, padahal mereka telah mencoba berbagai macam treatment namun tidak nyatanya tidak ada perubahan positif yang signifikan. Akhirnya rekan rekan tersebut mengkonsultasikannya kepada saya (konsultan amatiran) karena saya bukan expert juga di bidang perburungan.
Dasar pemikiran saya, burung-burung ini selalu berada disekitaran daerah yang banyak airnya secara otomatis pula bahwa burung-burung ini memiliki kesukaan berburu hewan-hewan kecil yang berada di air (minimal ikan kecil).

Pada akhirnya saya memutuskan untuk men-treatment melalui cara seperti berikut ini :

1. Saya cari sangkar bekas pakai yang agak besar (ukuran 40)
2. Wadah tatakan warkop/warung kopi yang biasanya dipakai sebagai wadah air di karamba
3. Tanah sawah secukupnya
4. Ikan yg biasa hidup di sungai yg biasanya saya sebut sebagai ikan gathul/cemplon (didaerah lain bisa beda penyebutan)
5. Cacing tanah

Langkah-langkah sebagai berikut :
1. Buat mal diatas tanah sesuai panjang dan lebar kandang. lalu gali tanah sebesar ukuran kandang tersebut (kurang lebih kedalaman 5 CM, lalu saya ambil tanahnya
2. Tanah sawah yang telah saya basahi (dibuat semi kering/Semi basah/nyemek-nyemek) saya masukkan ke lubang yang telah saya gali tersebut (sebagai ganti tanah yang telah saya ambil).
3. Saya atur tempat mandi (tatakan warkop) sedemikian rupa (sebagian dasarannya saya masukkan tanah) agar tidak mudah tumpah air yang ada didalamnya
4. Lepas tebok/jeruji bawah kandang dan lalu letakkan diatas alat-alat sedemikian rupa (buat space yang memadai agar kolam buatan kita senyaman mungkin). untuk mengantisipasi supaya tidak gampang roboh, tanam kaki-kaki kandang tersebut kedalam tanah.
5. Berilah tangkringan dengan posisi yang nyaman (disesuaikan dengan selera kita juga bisa), tuang air kedalam wadah air (tatakan warkop)
6. Masukkan ikan ikan kecil 5-10 ekor saja kedalam kolam buatan kita
7. Aduk cacing 5-10 ekor dengan tanah sawah tersebut, atur cacing-cacing tersebut agar tidak berada terlalu dalam tertimbun dalam tanah sawah
8. Masukkan burung yang akan kita treatment
9. Biarkan berada dalam kandang alam mini buatan kita 2-3 jam dan biarkan dia bermain sesukanya (mematuk-matuk cacing, memburu ikan dan lain-lain)
10. Sebelum memasukkan kembali ke kandang hariannya, masukkan burung yang kita treat tersebut kedalam karamba mandi agar bersih kembali.


Selamat mencoba, semoga berhasil.
Sebagai catatan, setelah melakukan treat ini selama 2 minggu berturut-turut, burung-burung ini mau kembali ke performa awalnya. (Istono YR : Mei KM)



Friday, November 4, 2011

Kedasih

Burung Wiwik Kelabu adalah sejenis burung anggota suku kangkok.
Burung yang sering ditemui dilingkungan pedesaan ini dikenal dengan banyak nama, mulai dari Burung Kedasih (nama umum), Burung Daradasih (nama jawa), Burung Sirit Uncuing (nama sunda) atau Burung Untit-untit (nama betawi).
Suara burung ini mendayu-dayu dan merintih, bahkan menurut saya suara burung ini mengikik seperti ‘Kuntilanak’.
Burung ini berukuran agak kecil, dengan panjang tubuh dari ujung paruh sampai ujung ekor sekitar 21 cm.
Burung dewasa berwarna kelabu dikepala, leher dan dada bagian atas. Punggungnya merah kecoklatan dan perutnya kuning jingga. Sisi bawah ekor berwarna putih dan ujung bulu yang kehitaman.

Burung Wiwik/Kedasih muda.

Burung muda berwarna burik kecoklatan dengan garis-garis hitam disisi atas tubuh dan keputihan dengan garis-garis hitam yang lebih halus. Burung Betina kadang berwarna seperti burung muda, sehingga mungkin keliru dengan burung Wiwik Lurik yang masih berkerabat, burung Wiwik Lurik memiliki alis dan pipi keputihan, iris mata merah, paruh atas kehitaman, paruh bawah kekuningan dan kaki kuning.
Burung Wiwik Lurik.

Burung ini menyukai hutan terbuka, tegalan dan pemukiman pedesaan atau sering juga ditemukan dipemukiman perkotaan.
Suaranya yang merintih dan mendayu-dayu sering terdengar siang dan malam hari, namun burung ini agak susah diamati karena berbunyi diketinggian pohon yang rimbun.
“tii..tut..twiiit, ..tii..tut..twiit, ..tii..tut..twiiit” bertambah cepat dan bertambah tinggi nadanya.
Atau bunyi,
“tii..tut..twiit, ..twiit, ..twiit, ..twiit, ..twiit, ..wit, ..wit, ..wit-wit-wit-wit-wit-wit” dengan nada yang meninggi diawal, kemudian semakin menurun dan pendek diakhir.
Atau suaranya seperti mengikik,
“kwiik..kwiik..kwiiik, ..kwiik, ..kwiik, ..kwiik, ..kwiik, ..kik, ..kik, ..kik-kik-kik-kik-kik-kik” dengan nada yang meninggi diawal kemudian semakin menurun dan semakin pendek diakhir.
Burung ini bersifat parasit karena tidak membuat sarang dan mengerami telurnya. Burung ini menitipkan telur-telurnya pada sarang burung-burung kecil seperti burung Perenjak, burung Ciblek dan burung kecil lainnya.
Telur burung Wiwik/Kedasih berwarna kebiruan atau berbintik keputihan, mirip dan lebih besar dari telur burung yang dititipinya.
Cara burung Wiwik/Kedasih menitipkan telurnya disarang burung lain seperti disarang burung Perenjak. Ketika sarang burung Perenjak ada telurnya dan sedang tidak ada induknya, burung Wiwik/Kedasih ini membuang dan menjatuhkan telur-telur burung perenjak dari sarang tersebut. Kemudian dia bertelur disitu dan meninggalkan telur-telurnya begitu saja. Kemudian induk burung Perenjak ini datang tanpa menyadari apa yang sudah terjadi, dan kemudian burung Perenjak tersebut mengerami telur-telur burung Wiwik/Kedasih sampai menetas, kemudian merawat dan mengasuh anak burung Wiwik/Kedasih itu. Walaupun ukuran tubuh anak burung yang diasuh lebih besar dari burung Perenjak yang mengasuhnya, tapi burung Perenjak tersebut tidak menyadarinya.

Mitos Burung Wiwik/Kedasih.
Suara burung Wiwik/Kedasih yang merintih dan mendayu-dayu sering dikaitkan dengan kabar buruk atau kabar maut. Orang Jawa, Sunda dan Betawi bilang akan ada kabar buruk atau akan ada orang meninggal bila mendengar suara burung ini.

Sebenarnya suara burung Wiwik/Kedasih yang merintih dan mendayu-dayu menggambarkan suasana hati burung itu sendiri. Yah, memang kicauannya berbunyi begitu.
Semua takdir baik dan buruk datangnya dari Allah SWT, bukan karena suara burung tersebut.

Saturday, September 10, 2011

10 Langkah ternak perkutut

I. Sekolah Dulu 
 Namanya juga beternak, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menyiapkan indukan untuk ditangkar. Disinilah biasanya para pendatang baru (baca pemula) sering babak belur. Habis duit segudang tanpa hasil yang diharapkan. Karena itu kalangan Kung Mania sering berseloroh, "sekolah" perkutut itu biayanya amat mahal. Kenapa mesti mahal bila kita tahu trik-triknya ? 
 Agar biaya sekolah itu tak mahal, kita jangan emosi dengan mengandalkan kekuatan modal di kocek. Anggap saja seperti layaknya sekolah formal. Mulai dari TK, SD, SMP dan seterusnya. Jangan malu dikatakan punya duit tapi beli burung cepekan (seratus ribuan). 
 Beli dulu yang murah-murah sembari belajar dan memahami berbagai aspek suara perkutut. Belilah piyik lalu peliharalah sampai dewasa. Tujuannya, agar faham betul, bila sewaktu piyik kualitasnya demikian setelah dewasa berubah demikian. 
 Setelah mulai paham sekolahnya baru ditingkatkan. Mulai beli burung-burung yang agak mahalan sedikit. Sebaiknya juga tetap piyik. Tujuannya sama, untuk memantau perkembangannya. Tahapan ini terus naik sesuai dengan jumlah dana yang tersedia. 
 Setarakan antara kekuatan modal dengan ilmu yang ada. Kalau mengertinya masih setengah-setengah, sebaiknya beli burung dengan harga menengah. Agar terhindar dari gorokan dan tak memunculkan seloroh, "sekolah perkutut mahal harganya". 


II. Pelajari Darah (Blood Line) 
 Nyaris 90% peternak sukses mengatakan, bahwa unsur darah turunan yang mengalir pada seekor perkutut amat menentukan kualitasnya. Karena itu carilah piyik-piyik atau calon bibit dengan aliran darah yang baik. Kalau perlu darah langsung para juara. 
 Dengan mempelajari aliran darah yang mengalir pada seekor perkutut, minimal kita masih bisa selamat. Sebab sering terjadi, meski dibeli dengan harga cepekan tetapi saat diternak melahirkan juara. Itu dikarenakan aliran darah yang mengalir masih membawa turunan juara. 
 Agar makin paham dengan darah darah beken, sebaiknya ikuti silsilah setiap jawara. Setelah paham betul sampai kakek buyut para jawara, barulah masuk ke peternak untuk berburu piyik berbakat atau calon indukan bermasa depan. 

III. Nonton Konkurs atau Latihan 
 Anda tidak akan diusir bila datang melihat latihan rutin yang banyak digelar di kota Anda. Atau datanglah melihat konkurs resmi. Disitu, Anda bisa belajar banyak. Selain mematangkan ilmu suara perkutut yang baik dan benar, juga sekaligus memahami bagaimana karakter Kung Mania. 
 Di arena tersebut Anda bisa berkenalan dengan sejumlah peternak, para botoh atau juri dan bahkan para pakar. Belajar dan janganlah malu untuk bertanya bilamana perlu. 
 Disitu Anda juga sekaligus bisa menguping, berapa harga pasaran untuk seekor perkutut berdasarkan kualitas suaranya. Tujuannya, Anda tidak tersembelih bila suatu ketika datang ke peternak atau showroom untuk membeli calon indukan. 

IV. Memilih Peternak 
 Pilihan yang tepat pada peternak untuk pengadaan bibit juga amat menentukan. Sebab sekarang ada ribuan peternak di seluruh tanah air dengan kualifikasi gurem, menengah dan besar. Tak perlu gerah datang ke peternak gurem, karena setiap peternak pasti punya yang baik dan yang kurang. 
 Bukan jaminan datang ke peternak raksasa dan papan atas pasti mendapat burung bagus dan bisa jadi juara atau menurunkan anak juara kalau diternak. Sebaliknya, produk peternak gurem tak selamanya jelek, jauh dari juara dan susah diternak. 
 Berdasarkan keyakinan akan kemampuan diri ada baiknya Anda untuk menerobos semua peternak yang Anda ketahui alamatnya. Nongkronglah disana minimal dua jam untuk memperhatikan indukan yang peternak bersangkutan ternakan. Juga piyik-piyik produksi mereka plus darah-darah yang mereka ternak. 
 Untuk dicatat, seorang peternak yang baik dan mapan, biasanya sudah kelihatan konsisten. Sudah memiliki ciri khas akan ciri produk mereka misalnya peternak A piyik-piyik yang Anda pantau punya ciri khas, sebut saja powernya. Atau suara ujungnya rata-rata ndelosor. 
 Ciri khas itu biasanya bawaan tanpa sengaja kesukaan tipe suara perkutut yang mereka sukai, misalnya peternak A suka akan tipe suara perkutut yang panjang bak kucing kejepit, maka bisa dipastikan indukan yang mereka ternak juga bertipe demikian. Tipe yang sama juga akan Anda temui pada piyik yang mereka produksi. 
 Peternak yang sudah mulai konsisten dan punya ciri khas demikian umumnya sudah peternak secara intensif selama lebih dari dua tahun. Atau ciri khas itu mulai nampak manakala mereka sudah sampai ke generasi ketiga yang mereka ternak. Atau sudah mulai banyak menggunakan anakan sendiri (pilihan) untuk dijadikan indukan serta hanya menggunakan maksimal 25% indukan dari luar. Indukan dari luar, bagi peternak mapan dan konsisten hanyalah sebagai pemberi corak. Misalnya, agar bisa menguber gaya baru yang lagi ngetrend. 
 Peternak yang belum mapan, antara lain ditandai dengan variatifnya merk bibit yang mereka ternakkan. Ini juga pertanda bahwa peternak yang bersangkutan masih dalam tahap mencari bentuk. 
 Bila menemui peternak demikian, sebetulnya kesempatan buat Anda untuk merogoh produk terbaik mereka. Karena yang mereka ternakkan masih F/1, biasanya mereka kurang kontrol akan produknya karena variatifnya, kualitas dan tiadanya ciri khas. Carilah kelengahannya, kemudian sabet yang Anda incar. 
 Jangan terpancang pada kandang favorit peternak yang bersangkutan karena bila itu yang Anda buru, pastilah bandrolnya lebih mahal dibanding anakan dari kandang lainnya. 
 Yang terpenting dalam memilih peternak adalah mencoba mencari tahu, apakah peternak bersangkutan betul-betul mengerti atau tidaknya burung perkutut. Tes dan coba tanyakan misalnya si juara bernama A itu induk bapaknya siapa. Atau, bila seekor perkutut jalan dobel diternak dengan jalan engkel keluar anaknya rata-rata bagaimana. 
 Coba tanyakan satu persatu kandang favorit atau kandang lainnya bagaimana kualitas bibit yang diternak. Misalnya kandang 1, bapaknya jalan bagaimana ibunya bagaimana. Peternak yang serius akan dengan mudah menjawab pertanyaan demikian karena dia betul-betul memantau indukan sebelum diternakan. 

V. Memilih Calon Indukan 
 Agar lebih cepat proses beternaknya, yang paling tepat memang membeli calon indukan yang sudah berumur. Seekor perkutut yang siap diternak bilamana usianya sudah mencapai 6-7 bulan. Tetapi di usia sekitar 4 bulan sudah mulai bisa dimasukkan kandang penangkaran. 
 Menurut sejumlah peternak, bila dimasukkan kandang dalam usia muda (sekitar 4 bulan) proses perjodohan akan lebih mudah. Atau cepat jodoh. Beda misalnya dengan yang sudah sudah berumur, seringakali cekcok. Yang jantannya galak selalu menghajar betinanya atau sebaliknya. 
 Calon indukan yang baik untuk diternakkan, minimal tiga unsur suaranya terpenuhi.Suara depan,suara tengah,dan suara ujung terpenuhi. Air suara (latar) juga perlu diperhatikan,apakah cowong bergaung dengan echo yang bagus atau basah dan serak. Yang bagus untuk diternak adalah yang air suaranya cowong. Volume bisa disesuaikan, senang yang gede atau yang kecil kristal. 
 Yang jelas, biar bersuara besar (nada rendah) atau kecil (nada tinggi), ketukannya haruslah jelas didengar. Atau biasa diistilahkan tebal dan tipisnya suara. 
 Jarak antar ketukan juga harus agak renggang atau biasa diistilahkan lelah atau senggang. Tapi bila terlalu senggang juga amat membahayakan, seringkali malah patah atau tidak sampai. 
 Perkutut dengan suara patah biasanya karena napasnya tidak sampai. Karena itu orang kemudian mengistilahkannya dengan power. Ada tidaknya power yang bisa disimak dari tekanan kala bunyi. Apakah tandas tajam atau malas tanpa ada daya untuk mendorong suara lepas dari hidung. 
 Jalan suara juga penting. Misalnya dobel, engkel, satu setengah dan seterusnya. Saat ini trennya adalah perkutut bersuara minimal satu setengah (Klauuu Ke..thek..thek..Kung) atau dobel (Klau Ke..thek..ke..thek..Kung). 
 Tetapi jangan lantas berpedoman pada uraian di atas lalu ketika mencari burung dobel lelah unsur suara lengkap dengan hanya duit cepek. Karena perkutut berkualifikasi demikian umumnya sudah dibandrol di kisaran minimal 500 ribu per ekor. 
 Dengan duit cepek Anda mungkin masih bisa mendapat perkutut bersuara dobel tapi tak lelah dan ujung panjang ndelosor. Atau satu setengah agak lelah tapi ujungnya tidak panjang. Tak mengapa, ujung kurang bisa dikawinkan dengan yang ujungnya lebih dan seterusnya. 
 Selain faktor di atas dalam mencari indukan sekali lagi ada baiknya juga untuk memperhatikan faktor darah yang mengalir di tubuh perkutut yang bersangkutan.

VI. Belajar Crossing 
 Setelah calon indukan telah terkumpul, sebaiknya Anda mulai "sekolah" lagi. Kali ini ke jurusan silang menyilang atau bagaimana cara mengawinkan pasangan perkutut agar nantinya melahirkan anakan yang bagus. 
 Bila ini jalan pintas seperti yang sekarang banyak dilakukan peternak adalah memfotocopy kandang favorit atau kandang yang telah melahirkan juara. Misalnya kandang Super Beken dari peternak Kangen Juara yang telah melahirkan juara berisikan indukan jantan Bogem - 9 dan betina Tinju - 8. Bila Anda memang mampu menggaet adik atau kakak dari Bogem - 9 dan Tinju - 8 langsung saja masukkan kandang dan kawinkan. 
 Memang tak seluruhnya proses fotocopy tersebut berhasil. Bahkan sedikit yang melaporkan sukses. Tapi toh cara ini belakangan mulai banyak dilakukan oleh peternak. Dan uniknya anak-anak copyan tersebut juga laris manis. Mungkin bagi para pembeli lebih baik membeli fotocopyan yang lebih murah daripada yang asli. 
 Perihal bagaimana silang menyilang yang baik, ada baiknya belajar langsung ke sejumlah peternak yang telah sukses melahirkan juara. Mereka ini umumnya sudah paham teknik silang menyilang. Sebab bagaimanapun bila teknik itu diuraikan disini akan memakan banyak halaman. Itupun belum ada rumus pasti. 

VII. Siapkan Kandang 
 Setelah beberapa pasang calon indukan terkumpul barulah Anda menyiapkan kandang penangkarannya. Ukurannya tidak ada ketentuan pasti. Bisa sepanjang 1,2 meter tinggi 1,8 meter dan lebar 50-70 cm. Yang mutlak diperlukan adalah panas matahari langsung. 
 Perihal lantai juga tak mutlak harus pasir atapnya juga bisa asbes, genting atau apa saja. Yang jelas jarak antar sarang dengan genting tak boleh terlalu dekat bila tak ingin telurnya nanti kopyor karena suhu dan kelembaban udara di kandang tidak sesuai. Kandang tersebut bisa saja dibangun dengan konstruksi kayu, aluminium atau besi. Tergantung kekuatan dompet kita. Bisa dibangun di atas tanah atau lantai atas rumah kita. Bisa juga di halaman sempit atau lahan luas. Kalau bisa lokasi kandang jangan terlalu sepi atau jarang dikunjungi atau dilewati orang sebab semakin sepi dan jauh dari manusia akan makin kurang produktif. Mungkin perkutut akan merasa aman dan nyaman bila sering bertatap muka dengan manusia. 
 Dengan demikian sebaiknya lokasi kandang jangan terlalu berisik misalnya dekat bengkel, dekat tempat latihan band dan lain-lain. Perkara hewan peliharaan misalnya *(O)**(O)**(O)**(O)**(O)**(O)* lama-lama juga akan beradaptasi tapi kucing adalah hewan yang paling ditakuti perkutut karena itu usahakan agar lokasi kandang tidak sering dikunjungi oleh kucing. 

VIII. Memasukkan ke Kandang 
 Saat yang paling tepat mengawinkan perkutut adalah sore hari. Mandikan dan elus-elus dahulu keduanya baru dimasukkan ke kandang. Bisa terlebih dahulu disuapi kacang hijau yang telah direndam air hangat sampai empuk. Plus minyak ikan, vitamin B-kompleks, Vitamin E, atau jenis vitamin lainnya. 
 Kalau masih juga ogah jodoh dan sering berkelahi sebaiknya dipegang lagi, dimandikan lagi. Bila masih juga bentrok, cari mana yang ganas lalu masukkan ke sangkar dimana sangkar tersebut bisa dimasukkan ke kandang. Bila tidurnya sudah mulai berdampingan, tanda sudah mulai jodoh. Keluarkan yang ganas tadi dari dalam sangkar ke kandang penangkaran. 
 Perhatikan bila sudah mulai jodoh dan kawin-kawin menjelang bertelur, keduanya akan mencari benda apa saja untuk bisa dipakai untuk buat sarang. Yang paling ideal untuk dipakai adalah daun cemara kering atau akar rumput yang sudah kering. 

IX. Manajemen Kandang 
 Catat kapan tanggal bertelurnya dan kapan menetasnya. Perkutut mengerami telurnya selama kurang lebih 14 hari. Sebaiknya catatan di secarik karton bekas tadi ditempatkan di bagian luar kandang (bisa dimana saja). 
 Bila ingin lebih produktif bisa memanfaatkan jasa puter untuk meloloh piyik dengan catatan piyiknya baru dipindah ke puter yang juga harus tengah mengeram. Setelah piyik tersebut berusia sekitar 7 hari atau setelah diberi cincin. Bila terlalu kecil dikhawatirkan mati terinjak puter. Sebaliknya bila terlalu besar atau sudah mulai belajar terbang, bulu mulai lengkap, piyik tadi ogah diloloh dan dirawat puter. Mau lebih produktif lagi caranya dengan memindahkan telur perkutut untuk dierami diamond dove atau ke pasangan perkutut lain yang biasa disebut babu. Caranya demikian memang membutuhkan ketelitian dan ketelatenan sebab kita harus tahu persis kapan perkutut bersangkutan bertelur dan kapan pula si diamond dove atau si babu bertelur. 
 Kalau tak pas tanggalnya bisa berantakan, karena baik babu atau diamond dove akan meninggalkan telurnya bila melewati 15 hari telur itu tak juga menetas. Atau bisa juga kaget bila telur yang dierami oleh babu atau diamond dove tadi lebih cepat menetas dari waktu yang semestinya. 

X. Memantau Piyik 
 Setelah piyik produk peternakan kita sudah berumur 1.5 s.d. 2 bulan suara angin sudah mulai dikeluarkan. Pantau terus bagaimana perkembangannya. Bagus atau tidaknya piyik hasil ternakan kita tadi. Jangan terburu napsu untuk dijual karena kita tak akan pernah tahu bagaimana lagi perkembangannya bagus atau jelek. 
 Proses pemantauan sampai dewasa, tak hanya untuk anak pertama tapi kalau bisa hingga ke anak ketiga. Bila rata-rata lumayan bagus bisa diteruskan, sebaliknya bila rata-rata kurang bagus, bongkar kandang, ganti jantan atau betinanya yang dirasa kurang.

(Sumber AGROBIS Minggu III MEI 1998 | perkutut online)

Monday, September 5, 2011

Burung Pengembara Antar Benua

Dalam dunia burung dikenal sebagai hewan yang paling paling bebas. Bisa berkelana kemana saja, melintasi samudra, dari satu tempat di bumi ke bagian bumi yang lain. Burung pantai, contohnya dalam satu lawatan bisa terbang belasan ribu kilometer menyeberangi samudra dan benua.

Burung Pantai bukanlah nama jenis seekor burung tapi kelompok burung air yang mencari makan dan tepat kawin di kawasan pantai. Mereka biasanya memakan ikan, kerang, kepiting dan cacing. Selain di pantai, mereka juga biasanya mencari makan di laan berair seperti di tambak, sawah dan hutan bakau. Hidup baik di belahan bumi utara maupun selatan. Tiap tahun mereka melakukan lawatan jarak jauh, bukan hanya antar negara, tetapi juga antar benua.
Pada bulan-bulan tertet seperti Agustus hingga Maret, belahan bumi utara mengalami musim dingin. Pada musim itu, burung-burung pantai yang hidup di belahan bumi utara seperti Rusia, Siberia, China dan Alaska mengalami paceklik pangan. Untuk menyambung hidup mereka harus terbang bermigrasi ke belahan bumi selatan yang lebih hangat, biasanya kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu tempat yang mereka tuju.

Salah satu tempat favorit mereka adalah pantai Cemara, yang berada di wilayah timur pulau Sumatra, tepatnya di propinsi Jambi. Sekitar 10.000 ekor setiap tahunnya berduyun-duyun datang ke tempat ini untuk mencari makan dan berkembang biak. Tempat lain yang juga jadi target kunjungan burung-burung pantai ini adalah wilayah Tambak Wonorejo, Surabaya. Sekitar 3.000 ekor burung-burung pantai teramati di lokasi ini.

Migrasi burung-burung pantai ini terjadi setiap tahun untuk menghindari musim dingin. Supaya tidak tersesat mereka menjadikan gunung, pantai, sungai dan posisi matahari sebagai pedoman arah tujuan. Di benua Asia terdapat dua jalur utama migrasi. Jalur pertama dikenal sebagai jalur Timur Asia-Australasia (Australasia meliputi Papua, Australia, Selandia Baru dan Kepulauan Pasifik). Jalur kedua dikenal sebagai jalur Indo-Asia yang memanjang dari Siberia Tengah melalui Himalaya hingga ke daratan Aia Selatan.

Para ahli burung di Eropa mengikatkan bendera di kaki-kaki burung untuk menunjukkan wilayah asal mereka. Kemanapun mereka terbang, bendera itu akan terus menempel di kaki.
Penggunaan bendera di kaki burung-burung ini, dikoordinasikan oleh Australaian Wader Studies Group (AWSG). Lembaga penelitian yang berbasis di Australia inilah yang berwenang menentukan warna bendera di kaki burung pelintas benua. Warna bendera tidak sama dengan bendera negara, sebagai contoh burung dari Sumatra diberi warna bendera oranye-hitam, burung dari Jawa diberi warna hitam-oranye. Hingga kini Indonesia yang memiliki banyak pulau dan banyak spesies burung, baru memiliki dua warna bendera, karena sedikitnya lembaga yang bergerak di bidang ini.

Charadrius leschemaultii
pict from Bio Diversity Exlorer
Tringa totanus
pict from photo.net
Berdasarkan pemantauan WCS, beberapa burung pantai asal Indonesia berhasil diidentifikasi dan diamati di luar Indonesia. Beberapa ekor burung asal Sumatra jenis Charadrius leschemaultii pernah terlihat di Thailand. Trinil Kaki Merah (Tringa totanus) juga pernah terlihat di Thailand dan Trinil Lumpur Asia pernah dilaporkan terlihat di Hongkong. Burung asal Jambi, yaitu burung Trinil Rawa (Tringa stagnatilis) pernah terlihat di China dan Australia.
Tringa stagnatilis
pict from en.wkipeda.org
Ancaman bagi burung-burung pantai ini selain cuara buruk adalah predator manusia, yaitu para penduduk sekitar pantai atau rawa yang tidak paham tentang fenomena migrasi di kalangan burung. Ketika tempat mereka kedatangan rombongan burung, mereka menganggap itu sebagai musim panen dan sering memburu burung-burung migran ini.

Burung Jenis Lain yang Melakukan Migrasi
- Beberapa jenis burung Elang tertentu juga melakukan migrasi setiap tahun.
- Burung Camar Artik (Sterna paradisaea) melakukan migrasi terjauh, sanggup terbang sejauh 18.000 km dari kutub Utara menuju kutub Selatan.
- Burung Trinil Rawa (Tringa stagnatilis) menempuh jarak sejauh 5.103 km dari pantai Cemara, Jambi menuju Cina.
- Burung Biru Laut Ekor Blorok (Limosa lapponica) menempuh jarak sejauh 4.526 km dari Cina ke tujuan migrasi di Serangan, Bali.

Burung-burung Pantai yang Diperjualbelikan
- Belibis Kembang (Dendrocygma arquata)
- Burung Berkik (Gallinago sp.)
- Burung Terik (Glareola sp.)
Ketiga jenis burung di atas, kerap menjadi tangkapan pemburu untuk dijual di pasar, setidaknya 35 ekor untuk tiap jenisnya dikonsumsi setiap malamnya sebagai burung goreng.

dikutip dari :
- tulisan Fransisca Noni, Depok, Majalah Intisari.
- Bio Divesity Explorer

Friday, September 2, 2011

Spesies Baru Jalak di Nepal

Seekor Jalak spesies baru ditemukan oleh dua ahli ornithology di Nepal Timur. Menurut harian The Himalayan Times, seekor burung berbahu putih, Sturnus sinensis, terlihat di antara kumpulan burung Jalak berekor di sebelah timur-laut suaka margasatwa tersebut.

Suchit Basnet, seorang ahli dari Nepal mengenai pengidentifikasian spesies dan taksonomi, menyetujui dan mengkonfirmasi spesies baru Jalak tersebut.

Menurut Komite Burung Langka Nepal (NRBC), badan yang mengabsahkan terlihatnya spesies semacam itu, spesies baru burung tersebut pertama kali terlihat pada 26 September 2010 oleh beberapa ahli Uni Ornithology Nepal, Badri Chaudhary dan Anish Timsina bersama dua penggemar burung di daerah tersebut, Dhiraj Chaudhary dan Krishna Bidari.

Burung jalak yang baru ditemukan tersebut kira-kira seukuran dengan burung Jalak dalam genusnya. Burung tersebut berukuran panjang 17 - 20 centimeter dan berat 61 gram. Paruh dan kaki berwarna hitam. Bagian bawah tubuh berwarna putih dan bagian atas tenggorokan abu-abu.

"Burung tersebut terlihat selama empat hari dan perinciannya diamati secara seksama. Satu gambar, kendati berkualitas rendah. Gambar tersebut belakangan dipelajari oleh para ahli," demikian laporan NRBC.


diolah dari Republika dan Antara